Home / POLITIK / Arqam : Merubah Mekanisme Politik Adalah Revisi UU Politik dan UU Partai

Arqam : Merubah Mekanisme Politik Adalah Revisi UU Politik dan UU Partai

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM — Pemuda belum tentu mahasiswa, tetapi mahasiswa sudah pasti adalah pemuda. Tindakan nyata seorang mahasiswa terkait momentum politik hari ini harus fokus untuk konsistensi dalam berlembaga. Dari kekonsistenan ini akan melahirkan kesadaran kolektif, karena pada dasarnya pertarungan kampus oleh mahasiswa adalah pertarungan keorganisasian dan pertarungan skill kemahasiswaan. Kemampuan berorganisasi dapat menjadikan seseorang menyelesaikan persoalan-persoalan kemasyarakatan.

Hal tersebut disampaikan DR Arqam Azikin pengamat politik dan analisis kebangsaan saat hadir sebagai narasumber dalam Bazar dan Dialog Kepemudaan yang diselenggarakan oleh BEM FKIP Unismuh bertema : Peran Pemuda Menyikapi Pergolakan Pilkada Serentak 2018 Sebagai Tahun Politik, di Warkop As-Salam Makassar, jumat lalu 25 Januari 2018.

Kak sapaan akrab Arqam melanjutkan sehubungan dengan pilkada serentak, permainan politik dimainkan oleh dua komponen utama. Partai Politik dan Elit Politik. Ini nanti yang akan terjadi di lima provinsi besar di Indonesia. Ada Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan.

Sementara menurut Kak AA kalau Sulawesi Selatan sendiri akan memilih Gubernur dan Wakil Gubernur. Selanjutnya ada pemilihan kepala daerah di tiap-tiap kabupaten, seperti Bantaeng, Jeneponto, Sinjai, Bone, Wajo, Sidrap, Pinrang, Enrekang, Luwu, serta beberapa kota, yaitu Makassar, Palopo dan Parepare.

“Kendala utama saat ini dalam dunia perpolitikan kita adalah politik transaksional. Politik jenis ini dapat berupa Politik uang dan Mahar yang menjadi pembahasan hangat akhir-akhir ini. Disini ada peran utama mahasiswa, bahwa pengurus lembaga kemahasiswaan tidak boleh merangkap menjadi pengurus partai politik. Sebab pengurus lembaga harus benar-benar memegang amanah serta tanggungjawab yang diberikan serta menjaga independensi keorganisasiannya’, sambung dosen Unismuh ini.

Saat sesi tanya jawab, salah seorang peserta dialog tersebut bertanya, Politik Indonesia seakan tanpa perubahan, padahal perubahan bangsa harusnya didahuli oleh perubahan pribadi. Realitanya kondisi generasi muda semakin mengalami kemunduran. Lalu sejauh mana politik di Indonesia ini berkembang dan bagaimana tindakan konkritnya?.

Baca Juga : Arqam Sebut Penggunaan Gadget Punya Andil Besar Merubah Pola Pikir Mahasiswa

Arqam pun menjawabnya, “untuk merubah mekanisme politik, yang perlu dilakukan adalah revisi UU Politik dan UU Partai. DPR Komisi II yang harus menyelesaikan itu. Hanya saja kemungkinan besar hal tersebut tidak akan dilakukan mengingat permainan politik dan ujung2nya pelaku politik akan terkungkung dalam pusaran uang”.

Perubahan adakalanya harus perlu mengandalkan desakan. Maka perlu adanya gerakan perlawanan moral yang harus dilakukan oleh civil society yang didalamnya ada kampus, ormas serta LSM. Perlawanan pemuda dalam konteks kampus atau kemahasiswaan dapat berupa semangat menggelorakan literasi. Mahasiswa harus memanfaatkan media sosial untuk menulis. Langkah taktis gerakan medsos yang dilakukan pemuda itu salah satu upaya. Buat jaringan medsos mahasiswa se -Indonesia ditingkat-tingkat fakultas. Jika tidak perlu ada tindakan lain, ketemu DPR RI misalnya, lalu berdialog secara langsung. Sampaikan kegelisahan kaum muda yang hari ini diresahkan.

“Semua itu tentunya membutuhkan mahasiswa yang punya kualitas. Cara mengasah kualitas harus dengan rutin kajian agar terjadi benturan konsep pada tataran kemahasiswaan. Perdebatan konsep inilah sesungguhnya perdebatan konsep ala aktivis”, pungkas mantan aktifis dan alumni Fisipol Unhas ini.

Kajian menjadi satu konstruksi cara berpikir mahasiswa serta akan menambah wawasan. Dengan kajian mahasiswa akan dilatih untuk menjawab berbagai pertanyaan yang mendadak, darurat serta menjebak. Dari kesemuanya itu tetaplah integritas harus lebih diprioritaskan ketimbang intelektual.

“Pada akhirnya, FKIP harus kompak, tetap solid, jaga persaudaraan. Tetap menjalankan tanggungjawab moralnya. Karena mahasiswa adalah pengontrol sosial”, tutupnya. (*)

Check Also

Perkenalkan Diri, Indira Yusuf Ismail Menyapa Warga Pattalassang Takalar

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM– Calon Legislatif (Caleg) DPR RI, Dapil 1 Sulsel nomor urut 1, Indira Yusuf …

Loading...