Home / DAERAH / Kepala Lembang Bermobil ? Waspadai Dana Lembang di Torut

Kepala Lembang Bermobil ? Waspadai Dana Lembang di Torut

TORAJA UTARA, KORANMAKASSARNEWS.COM – Pengelolaan dana lembang (dana desa, red) di Toraja Utara, juga di Tana Toraja, Sulsel, belum sepenuhnya tersentuh pengawasan. Lembaga pengawasan yang ada seperti dari fungsional yakni Inspektorat setempat dan BPKP serta BPK-RI belum maksimal bekerja. Demikian pula dari pihak Kepolisian dan Kejaksaan, belum tampak kinerja mereka. Mau tak mau, pengawasan masyarakat tentu sangat diharapkan lewat LSM dengan dukungan media sebagai sarana kontrol sosial.

Yang mengherankan, sejak Dana Lembang atau Dana Desa digulir 2014 lalu, khusus di dua daerah, Toraja Utara dan Tana Toraja, nyaris tidak ada temuan. Kalaupun ada tidak siknifikan dibanding laporan masyarakat di lapangan. Dari pantauan awak media ini, secara gamblang ditemukan indikasi penyimpangan di beberapa lembang.

Masalah yang muncul bervariasi, ada yang berkaitan dengan perangkat pengelola dana lembang seperti di Lembang Sesean Mataallo. “Banyak jalan rintisan dibuat tidak berguna. Kemudian anaknya bendahara dan anaknya yang lain lagi kontraktor. Begitu juga suaminya jadi suplier barang. Dia tidak kasih orang lain,” ungkap seorang warga setempat melalui Whatsapp, jumat kemarin (2/2/18).

Dikonfirmasi di kantornya, Kepala Lembang (Kalem) Sesean Mataallo, Dorkas Datu Pabida, tidak berada di tempat. Konon, yang bersangkutan ada urusan luar. “Saya masih ada urusan. Siapa yang suruh angkat berita,” katanya ketika dihubungi via ponsel, jumat kemarin (2/2/18).

Dorkas sendiri domisili di luar lembangnya yakni di kompleks Tagari, Rantepao.
Demikian pula yang terjadi di Lembang Landorundun pimpinan Suleman Otto. Masih warga yang sama melaporkan bahwa Sekretaris Lembang tersebut adalah adik Kalem sendiri.

“Sedangkan BPLnya omnya sendiri dan tinggal di Makassar. Datang tiga bulan sekali ambil gajinya,” timpal warga yang enggan disebut namanya ini.

Ironisnya, ada pula lembang yang membungakan dana lembangnya. Tindakan ini diduga dilakukan oknum Kalem Mai’ting berinisial AS kepada seseorang di Rantepao. Hanya saja, urusan ini konon telah diselesaikan kedua pihak. Kantor Lembang Mai’ting sendiri sejak dana lembang ada belum pernah direnovasi.

Baca Juga : Toraja Utara Butuhkan Kombongan Kalua’ Sangtorayan

Masalah dana lembang ini belum menyentuh pada pisik kegiatan di lapangan. Ini yang seharusnya juga mendapat perhatian semua pihak.

“Jangan hanya menerima laporan administrasi dalam bentuk LPJ dana lembang, tapi lihat juga pisiknya di lapangan seperti apa,” ujar Anthonius Silamba yang mengaku kaget melihat gaya hidup beberapa Kalem yang kini mulai bermobil. Anthonius meminta semua pihak tanpa terkecuali agar benar-benar mengawasi dana lembang yang bersumber dari APBN ini. ( TOM )

Check Also

Kasek SMAN 2 Rantepao Diduga Pungut Dana dari Siswa

TORAJA UTARA, KORANMAKASSARNEWS.COM– Satu lagi tindakan diduga dilakukan pihak sekolah terkait pungutan kepada peserta didik. …

Loading...