Home / EDUKASI / 2 Mahasiswa HI Unhas Discorsing, Ini Pernyataan Sikap Pimpinan FMN Cabang Makassar

2 Mahasiswa HI Unhas Discorsing, Ini Pernyataan Sikap Pimpinan FMN Cabang Makassar

MAKASSAR,KORANMAKASSARNEWS.com — Surat Keputusan Skorsing 2 Mahasiswa HI UNHAS adalah bentuk pembungkaman demokrasi yang juga merupakan bagian dari fasisisme dalam dunia pendidikan.

Kampus sejatinya adalah ruang kreativitas, laboratorium ilmiah, ruang demokratis, dan pencetak para pengabdi massa rakyat. Sejalan pada subtansi pendidikan yang merupakan satu alat kebudayaan yang memiliki tujuan agar manusia mampu memahami keadaan objektif atas realitas yang terjadi di tengah-tengah rakyat. Sebagai penguat teori untuk dijadikan bahan panduan berpraktek dalam mendukung suatu kemajuan bangsa.

Maka sudah menjadi keharusan pendidikan berorientasi pada keilmiahan, demokratis, dan mengabdi pada rakyat. Akan tetapi pada perkembangnya, pendidikan di Indonesia kini terus dicekoki dengan berbagai persoalan, mulai dari sulitnya masyarakat mengakses pendidikan tinggi, pelayanan pendidikan belum merata, pembukaman demokratisasi, hingga pada tindakan fasisme.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Makassar, Ilham.R didampingi Sekjennya, Usman Ali dalam pernyataan sikapnya, Rabu (7/2/2018) terkait scorching Rektor Unhas yang dijatuhkan kepada keduanya.

baca juga : Hasil Pertemuan Komunitas Alumni Unhas, Ini Resumenya

Menurut Ilham, lahirnya UU Dikti No.12 Thn 2012 yang juga hari ini menjadi payung hukum bagi Pendidikan Tinggi untuk mendorong kampus melakukan percepatan otonomi (akademik maupun non-akademik) baik yang berstatus Satker, BLU, lebih-lebih kampus BH, telah menjadikan kampus hari ini menjadi momok yang menakutkan bagi mayoritas masyarakat Indonesia, karena orentasi dan prinsip yang berubah, juga terhadap akses bagi masyarakat semakin susah.

Selain itu telah menjadikan kampus menjadi pegabdi investasi milik komprador dan kapitalisme monopoli (imperialis) atau menjadi investor bagi kampus yang terlanjur besar dan semacamnya yang sejak awal telah memandirikan dirinya lewat otonominya.

“Salah satu fakta dari sekian banyaknya fakta itu bisa kita lihat dari segi regulasi dalam pasal 48 dan 91 UU PT yang mengatur tentang kerja sama kampus dengan dunia usaha, dunia industri dan orentasinya ditentukan oleh dunia usaha atau dunia industri pula yang hal itu telah mengisyaratkan kampus adalah tempat jasa perbayar yang menyediakan tenaga-tenaga kerja upah rendah yang harus dikompetensikan sebelum terserap dalan pekerja industri kerja sama kampus. Selain itu, kampus juga menjadi pasar industri bagi berbagai produk seperti yang terjadi di kampus UNHAS, UNM dll, sudah banyak beroprasi Corner ataupun indomaret – alfamaret,” katanya.

Fakta lain, lanjut Ilham, adalah soal jalur masuk dan pembayaran yang bervariasi. Kampus Unhas yang menerapkan 6 jalur pendaftaran (SNMPTN, SBMPTN, MANDIRI, JNS, POSK, dan Kelas Internasional) dengan variasi pembayaran yang berbeda-beda, yang menjadikan pembayaran sejak tahun 2013 terus mengalami kenaikan.

Untuk memuluskan semua itu, Ilham menilai tindakan pembungkaman akan terus dilakukan, seperti pada tindakan kepada 2 mahasiswa jurusan HI fakultas FISIP UNHAS yang melakukan penempelan gambar-gambar tentang realita kampus bak perusahaan (pabrik) mengalami intimidasi dan pemukulan berupa penamparan dari keamanan kampus terhadap saudara Fikri yang terjadi pada tanggal 18 Januari 2018 lalu. Parahnya, kampus malah memberikan sanksi skorsing selama 2 semester. Itu mebuktikan kampus Unhas saat ini adalah kampus yang fasis.

Selaku Ketua Umum FMN, Ilham menegaskan pokok-pokok pikiran dan tuntutan yang ditujukan kepada Rektor Unhas.

“Kami dari Front Mahasiswa Nasioanal (FMN) Cabang Makassar ingin mengegaskan bahwa kampus sejatinya adalah ruang ilmiah, ruang demokratis, dan sejatinya di peruntukkan untuk mengabdi kepada massa rakyat,” kata Ilham.

Selain itu Ilham juga menegaskan sikap dan tuntutannya yang meminta Rektor untuk mencabut SK Rektor Universitas Hasanuddin No. 052/UN4.1/KEP/2018 Tentang Skorsing terhadap 2 Mahasiswa Jurusan HI FISIP UNHAS.

Di samping tuntutan itu, Ilham juga mengecam Rektor kampus yang tidak bisa memberikan keamanan, tapi justru memberikan ketakutan kepada mahasiwa dengan membiarkan pihak keamanan kampus menampar mahasiwa.

“Kami juga mengajak kepada seluruh organisasi mahasiswa dan mahasiswa secara umum untuk terus mengambil posisi yang tegas dalam melawan segala bentuk pembungkaman demokrasi dalam kampus,” tutupnya.

(wisnu)

Check Also

Peringati HUT RI ke-73, SDN Monginsidi II Gelar Porseni

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM– Memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-73, SD Kompleks Monginsidi menggelar kegiatan Pekan Olahraga dan …

Loading...