Home / DAERAH / Dinas PMD Takalar Beri Rekomendasi Pelaksanaan Pelatihan BUMDes Kepada Tim CSED-FEB Unismuh Makassar

Dinas PMD Takalar Beri Rekomendasi Pelaksanaan Pelatihan BUMDes Kepada Tim CSED-FEB Unismuh Makassar

TAKALAR, KORANMAKASSARNEWS.COM — Belum sepekan seusai kunjungan kerja Presiden RI Jokowi di Kabupaten Takalar, Pemerintah Kabupaten Takalar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakan dan Desa (PMD) kembali melakukan terobosan baru dengan menggandeng pihak akademis kampus dalam upaya percepatan pembangunan ekonomi perdesaan dan BUMDes di Kabupaten Takalar, selasa (20/2/18).

Kepala Kantor Dinas PMD Kabupaten Takalar H. Andi Guntur Hakim, S.Sos,M.Si mengatakan bahwa “Tantangan BUMDes ke depan sangat besar, maka saat ini BUMDes perlu ber-akselerasi (baca: percepatan) dalam mengelola usahanya. Percepatan itu hanya bisa terjadi jika ada peran serta akademisi kampus”.

Pembangunan ekonomi perdesaan tidak cukup hanya sekedar gerakan ber-desa namun perlu ada perubahan dalam membuat tatanan BUMDes baru yang nantinya bisa menjadi sebuah road map pembangunan  perdesaan khususnya di kabupaten Takalar. Harapan pemerintah Kabupaten Takalar tersebut bersinergi dengan Program Center for Social Entrepreneurship Development (CSED)sebagai Lembaga Kewirausahaan Sosial milik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

Pertemuan yang dihadiri Kepala Dinas PMD Kabupaten Takalar tersebut, juga dihadiri Dekan Fak. Ekonomi dan Bisnis Unismuh Makassar Ismail Rasulong, SE, MM, Ketua Program DR. Buyung Romadhoni, SE, M.Si dan Direktur CSED A. Ervan Burhanuddin, M.Si serta Moh. Darwis,SE dari perwakilan LSM. Hasilnya, pihak pemerintah Kabupaten Takalar, menandatangani Surat Rekomendasi kepada pihak CSED-Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh Makassar dalam kegiatan Fasilitasi Pengembangan Ekonomi Perdesaan dan Pendampingan BUMDes di seluruh desa di Kabupaten Takalar.

Menurut Ismail Rasulong bahwa “Adanya kepercayaan pemerintah daerah berupa Rekomendasi yang diberikan kepada kamisangatperlu diapresiasi,selain menjadi wujud peran Perguruan Tinggi dalam Pengabdian Masyarakat juga dalam pelaksanaan kegiatan nantinya cukupstrategisdalam mendorong tumbuhnya Inkubator Bisnis sebagai Percontohan BUMDes yang ada di masing-masing Kabupaten”. Social Entrepreneurship atau biasa disebut BUMDes sebagai cetak biru bagi pembangunan ekonomi secara komprehensif di kawasan perdesaan sehingga tugas pemberdayaan bukan hanya menjadi tugas Dinas PMD tapi menjadi tugas semua pihak dari Pemerintah/SKPD terkait, Universitas, Perusahaan (BUMN/Swasta) , Masyarakat dan LSM harus bisa terlibat.

Baca Juga : Makassarpreneur Fasilitasi Diklat Bumdes Kab.Pinrang

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh Makassar melalui Lembaga CSED saat ini mengarah pada tiga sasaran, antara lain :1). Fasilitasi dalam membangun jiwa Entrepreneurship melalui semangat social dan bisnis 2). Mediasi terbentuknya Road Map BUMDes dan langkah-langkah assessment dalam analisa potensi ekonomi desa dan 3). Mendorong kegiatan usaha Ekonomi Desa dengan pendampingan melalui Inkubator Bisnis sebagai Training and Trading Center.

“BUMDes harus mampu menjadi poros kehidupan desa, sehingga perlu upaya untuk menjadikan kegiatan usaha desa ini kuat dan berkelanjutan (sustainable), karena dengan cara tersebut BUMDes baru akan berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat”, tegas Ismail.

Sasaran dan strategitersebut, selanjutnya diwujudkan dalam kerangka strategis berupa Pedoman Umum Akselerasi BUMDes yang menjadi road map pengembangan Model Social Entrepreneurshipdan BUMDes. Program di Kabupaten Takalar menjadi pilot project, dan menurut rencana akan diterapkan secara bertahap di seluruh desa dan kabupaten yang ada di provinsi Sulawesi Selatan  mulai Tahun 2018 ini. (SMN).

Check Also

PT. EEES Gelar Workshop Peningkatan Kapasitas Bumdes

WAJO, KORANMAKASSARNEWS.COM– PT. Energy Equality Epic Sengkang (EEES) bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa …

Loading...