Home / HUKUM & KIRIMINAL / Imigran di Perlakukan Buruk, UNHCR Makassar Ogah Berkomentar

Imigran di Perlakukan Buruk, UNHCR Makassar Ogah Berkomentar

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.com—Perlakuan buruk yang menimpa para pencari suaka (Imigran) di Makassar kembali menjadi sorotan media, setelah adanya kesan diskriminatif dari petugas Imigrasi Makassar kementerian Hukum dan HAM RI.

Hal tersebut diketahui, setelah perwakilan Imigran dari sejumlah negara pencari suaka memberikan informasi mengenai pembatasan ruang gerak mereka di Makassar yang mengakibatkan tekanan jiwa dan depresi bagi para Imigran.

Mereka mengakui sejak 10 Januari 2018, pihak Imigrasi Makassar memberlakukan aturan yang sangat ketat di setiap Wisma penampungan imigran, dengan menempatkan 6 petugas jaga di setiap wisma, menerapkan jam malam, pembatasan kunjungan bertamu, hingga perlakuan buruk petugas jika mempertanyakan aturan tersebut,

“Kami sangat tertekan dengan aturan yang tiba tiba diberlakukan di rumah pengungsian, setiap akan keluar dari rumah, petugas jaga akan menanyakan berbagai pertanyaan, bahkan sekedar belanja diwarung pun kami harus mengisi buku catatan. Jika kami banyak pertanyaan tentang aturan itu mereka tak segan berlaku kasar kepada kami.” Ungkap salah seorang Imigran yang tak mau disebutkan namanya.

Sejak aturan ini diberlakukan 7 orang dari mereka telah ditahan di rumah detensi Imigrasi (Rudenim) Makassar yang tidak diketahui keadaannya karena tidak boleh dijenguk.

Baca Juga : Para Pengungsi dan Pencari Suaka ‘Adukan’Kepala Rudenim Makassar ke IWO Sulsel

United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) selaku lembaga PBB yang bertanggung jawab terhadap pengungsi, dikonfirmasi oleh Media mengakui belum mendapatkan informasi detail mengenai kejadian yang menimpa para imigran tersebut.

“Oh, iya saya juga baru dengar juga informasi ini, sementara kami masih mengumpulkan informasi detailnya. Jadi kami belum bisa komentar terkait itu.” Ucap Perwakilan UNHCR Makassar, Yance Tamaela.

“Kami juga perlu berkoordinasi dengan pihak Jakarta dan dengan pihak pihak terkait.” Singkatnya.

Namun pernyataan Yance Tamalea yang baru mengetahui permasalahan ini dianggap ada keganjalan oleh pihak Imigran, pasalnya apa yang mereka alami di Makassar sudah berjalan selama sebulan lebih.

Hingga berita ini diterbitkan pihak imigrasi kelas 1 kota Makassar dalam hal ini Rumah Detensi Imigrasi Makassar, belum memberikan klarifikasi terkait permasalahan tersebut. (Ilham)

Check Also

Pesangon Belum Dibayarkan, Mantan Karyawan PT. KAA Akan Turun Aksi

PANGKAJENE, KORANMAKASSARNEWS.com — Mantan Karyawan PT. Karya Asta Alam (KAA) Kabupaten Pangkep, akan membanjiri Kota …

Loading...