Home / OPINI / Opini : Ditangan Pemuda, Jaman Now Dipercayakan

Opini : Ditangan Pemuda, Jaman Now Dipercayakan

_“It’s not the strongest of the species that survive, nor the most intelligent, but the one most responsive to change.” – Charles Darwin_

KORANMAKASSARNEWS.COM — Dunia, khususnya Indonesia, saat ini sedang berada dalam masa revolusi industri ke-4. Era yang lebih dikenal dengan istilah ‘digitalism’. Akhir-akhir ini topik bertemakan dunia digital semakin sering menjadi wacana utama di berbagai media dan ruang dialog publik. Hal ini tentu saja melahirkan berbagai macam tantangan bagi para millenial. Tantangan yang kemudian menjadi harapan yang disematkan di pundak para penerus bangsa ini.

Hon Damian Hinds ( _Secretary of State for Education, United Kingdom_ ), pada pembukaan forum internasional bertajuk ” _The Education World Forum 2018: Global Summit for Education Minister_ ” yang digelar 22-24 Januari 2018, bahkan secara eksplisit menyatakan bahwa ada *urgensi* untuk mempersiapkan generasi muda di seluruh dunia, setidaknya ada 3 poin penting yg disampaikan, yaitu, mampu berfikir inovatif, berkompetensi di bidang keilmuan masing-masing, dan berkemauan untuk terus belajar ( _continuity_ ). Bagi para cendekiawan dan intelektual, hal-hal tersebut sudah tidak asing lagi. Sejak dulu seperti itulah karakter para pemuda. Bangsa ini tidak se-inovatif hari ini tanpa kontribusi para pemuda visioner. Tidak sepesat ini perkembangan pembangunan tanpa kehadiran para profesional dari kalangan pemuda. Dan bisakah anda bayangkan se’gelap’ apa Indonesia hari ini jika saja para pemuda dulu merasa puas dengan pencapaiannya lalu berhenti berkreasi?

_However_ , hal-hal tersebut tidak ditujukan untuk mereka-mereka yang sudah menduduki posisi-posisi strategis baik di dalam maupun di luar pemerintahan. Tantangan-tantangan diatas adalah ‘umpan lambung’ yang sekiranya disambut baik oleh para pemuda _jaman now_ dalam rangka aktualisasi identitas mereka. Meskipun secara substansial tidak ada hal baru dari ketiga poin tersebut, namun tantangan-tantangan itu sesungguhnya lahir bersamaan dengan revolusi industri ke-4, era digitalism, yang ‘memaksa’ para pemuda millenial untuk terus berinovasi, konsisten, adaptif, kompetitif, enerjik, dan _determined_ dalam menghadapi perkembangan jaman.

“Marathon Eksistensial”_

Salah satu fenomena era digitalism yang paling _noticeable_ saat ini seperti kita ketahui adalah maraknya _start-up_ digital. Berbagai macam perusahaan berbasis aplikasi hadir di tengah-tengah masyarakat dalam waktu yang cukup singkat. Data dari _Center for Human Genetic Research_ (CHGR), saat ini tercatat setidaknya tidak kurang dari 3500 perusahaan dan diproyeksikan untuk tumbuh hingga 13.000 di tahun 2020. Dari data ini kemudian muncul fakta bahwa kebanyakan perusahaan tersebut dipimpin oleh pemuda berusia 21-40 tahun
Sebut saja Nadiem Makarim (CEO GO-JEK) yang menjadi icon pemuda pelopor digitalism di Indonesia, Teguh Ariwibowo, Reino Barack, bahkan juga Kaesang Pangarep anak dari Presiden RI Jokowi, dan sederet nama-nama besar lainnya. Inilah bukti nyata kemampuan para pemuda mengadopsi teknologi untuk kemudian menyentuh masyarakat sebagaimana fungsi sosial mereka, dengan model pendekatan yang _millenial-friendly_ .

Kedepannya, dinamika teknologi yang bagi penulis sudah sangat _advanced_ ini, akan menjadi tantangan yang lebih kompleks karena dihadapkan dengan arus perkembangan yang cukup progresif. Pemuda dituntut untuk bukan saja inovatif di berbagai sektor, tapi juga meningkatkan akselerasi agar bisa berjalan beriringan dengan jaman. Sejatinya ini adalah perlombaan tanpa garis finish antara teknologi dan eksistensi pemuda. Pertanyaannya, mampukah para pemuda _catch-up and endure_ ? Atau mungkin lebih tepatnya, SIAP, kah?

Di tengah berbagai macam perubahan dan tantangan era millenial ini, harapan demi harapan bersahutan pada mereka yang berkompeten untuk bukan saja mempertahankan karakter pemuda yang idealis dan enerjik namun juga ‘melesat’ dengan inovasi dan kreativitas yang _above average_ . Kepada pemuda lah ditautkan ekspektasi itu. Di tangan mereka lah jaman now dipercayakan. Dan di pundak mereka lah masa depan diamanatkan.

Pemuda bisa. Pemuda JAYA!

Makassar, 27 Februari 2018

_Idham Raihutama_
_Aktivis Media Sosial_

Check Also

CETAKLAH SAWAH DI KEPALAMU

Im Memoriam : Prof. Dr. Andi Mustari Pide, SH (Oleh : Ruslan Ismail Mage) MAKASSAR, …

Loading...