Home / INSPIRASI/BIOGRAFI / Ada Apa, Menteri LHK Puji Komunitas Hijau Makassar

Ada Apa, Menteri LHK Puji Komunitas Hijau Makassar

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM — Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sabtu, 17 Maret 2018 – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya akan hadir dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2018 di Kota Makassar.

Acara yang dikemas dalam bentuk dialog partisipatif dengan komunitas dan edukasi kepada anggota pramuka, akan berlangsung pada Area Car Free Day (CFD) Kota Makassar, Minggu pagi (18/03/2018).

Bahkan, Menteri KLHK Siti Nurbaya kagum dan memuji aksi dari komunitas hijau Makassar yang mengolah sampah jadi kompos dan limbah organik.

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu faktor pendorong munculnya agen-agen perubahan yang akan menerapkan dan menularkan sistem pengelolaan sampah yang baik.

Ketua Forum Komunitas Hijau Makassar, Ahmad Yusran mengatakan masalah sampah di Indonesia sebagai negara kepulauan menjadi salah satu sorotan dunia terutama masalah sampah di laut.

“Dan Makassar sebagai salah satu kota pantai pasti juga mengalami masalah sampah di laut. Problem ini hanya dapat diatasi dengan kerja kolektif semua komponen masyarakat tanpa terkecuali”.

Baca Juga : Penyidik KLHK Gagalkan Peredaran Illegal Getah Pinus dari Kabupaten Toraja di Makasar

Kunci dan akar utama dalam pengelolaan sampah adalah persoalan budaya yang berkaitan dengan perilaku dan kebiasaan (habits). Oleh sebab itu, kita harus memulai pengelolaan sampah dari gerakan perubahan perilaku bijak dan bersahabat dengan sampah sejak dihasilkannya,” jelas Yusran.

Menurut Ketua BLH Pemuda Pancasila Sulsel ini, suatu keniscayaan bahwa paradigma pembangunan ramah lingkungan (green ideology) adalah satu-satunya pilihan untuk menyejahterakan kehidupan umat manusia dan menyelamatkan dari ancaman bencana ekologis yang dapat menyebabkan kepunahan.

“Dengan gerakan sadar mengurangi penggunaan barang-barang yang berpotensi menimbulkan sampah, memilah dan memanfaatkan sampah. Bahkan menjadikan sampah jadi pupuk organik, dan kompos sebagai media tanam. Bukan tanah adalah suatu gerakan kesadaran yang harus massif di semua elemen masyarakat,” kata Yusran.

Untuk menciptakan efek bola salju, perlu pula dilakukan kampanye melalui media sosial mengingat media sosial saat ini dianggap paling efektif menjangkau segala lapisan masyarakat.

Segala upaya yang dilakukan adalah untuk membangun budaya bersih dan sehat mulai dari diri masing-masing yang pada akhirnya merupakan cerminan budaya bangsa yang dapat meningkatkan citra Indonesia di mata dunia.(*)

Facebook Comments

Check Also

Keren ! Polres Gowa Punya Mini Cafe Sekarang

GOWA, KORANMAKASSARNEWS.COM — Kurang lebih 4 bulan menjabat di Polres Gowa, Kapolres Gowa AKBP Shinto …

Loading...