Home / OLAHRAGA / Pemerhati PSM : Juara tanpa kehormatan

Pemerhati PSM : Juara tanpa kehormatan

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.com — “Jadi kamu anggap pertandingan kami melawan Bali United, hanya latihan”.

Begitu ungkapan kekecewaan yang dilontarkan Kapten PSM Makassar, Hamkah Hamzah, setelah mendengar kabar Bhayangkara United dipastikan juara, meskipun seluruh tahapan pertandingan liga 1 belum usai.

Bagi Anshar Manrulu,SE, salah seorang pemerhati PSM Makassar, kekecawaan Hamka Hamzah sangatlah mendasar.

“Kekecewaan itu wajar. Setelah PSM melalui pertandingan hidup mati melawan Bali United, menguras emosi, PSSI malah memberikan bonus kemenangan cuma-cuma pada Bhayangkara dan menghukum Mitra Kukar bersalah karena memainkan Sissoko yang dianggap masih menjalani larangan bertanding. Ini artinya tambahan 3 poin yang membuat Bhayangkara melejit meninggalkan pesaing terdekatnya,” beber Anshar, Minggu (25/3/2018).

baca juga : Dukung PSM Makassar, Komunitas Suporter Baru Siap Launching

Kecewa dan perasaan marah, lanjutnya, datang bukan hanya dari suporter PSM dan Bali United, tapi hampir seluruh suporter tim peserta liga 1. Mengalir seperti air bah, dengan bahasa yang sama, Bhayangkara tidak layak juara, Bhayangkara dipaksakan juara, Bhayangkara anak emas PSSI.

Menurut Anshar, memang protes itu tidak mengubah apa-apa. Bhayangkara United tetap juara, bahkan sudah dirayakan sebelum semua tahapan pertandingan benar-benar usai. Walaupun kalah dipertandingan terakhir lawan PERSIJA, tetap tidak mengubah apa-apa. Juara, juara, harus juara, bagaimanapun caranya, sekalipun tanpa penghormatan dan pengakuan dari para pesaingnya, sebaliknya malah dicemooh.

Anshar menggambarkan hal berbeda yang diperlihatkan Andrea Pirlo di final Champios 2014-2015. Walaupun akhirnya Juventus kalah dari Barcelona, dan Pirlo gagal mempersembahkan gelar juara bagi timnya.

Memang dia harus menangis dan tertunduk lesu meninggalkan lapangan, tapi sambutan hangat dari para suporter, termasuk dari tim lawan mengiringi tiap langkahnya. Pelukan hangat dan tepukan datang silih berganti dari pemain lawan, sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan pada sang legenda.

Sepak bola bukan melulu tentang menang dan kalah. Bukan cuma tentang trophi juara. Lebih dari itu, ini tentang perjuangan dan kehormatan, tentang keteladanan, loyalitas dan cinta.
Semoga PSM Makassar mampu menunjukkan itu, menjaga kebanggaan dan kehormatan untuk para suporternya. Balasan cinta dan kesetiaan yang selama ini mereka tunjukkan kepada tim kesayangannya, meski PSM MASIH PUASA JUARA.

Selamat bertanding, selamat menjalani kompetisi liga 1 yang melelahkan. Semoga tahun ini JUARA.

(Pemerhati PSM)

Facebook Comments

Check Also

Tim Korem 142 Siap Bertarung di Tournamen Volley Rutan Mamuju Cup I

MAMUJU, KORANMAKASSARNEWS.COM — Kasilog Korem 142/Tatag Mayor Inf. Muh. Jen jusuf manghadiri upacara pembukaan rutan …

Loading...