Home / SOSIAL / Kesbangpol Pangkep Pastikan Akan Cabut Izin Festival Waria

Kesbangpol Pangkep Pastikan Akan Cabut Izin Festival Waria

PANGKEP, KORANMAKASSARNEWS.com — Pertemuan Forum Bersama Ummat Islam (FBUI) Kabupaten Pangkep dengan DPRD dan Kesbangpol menyikapi rencana kegiatan Kerukunan Waria Kabupaten Pangkep, berlangsung di ruang kerja Wakil Ketua DPRD Kab. Pangkep, Senin (9/4/2018).

baca juga : Ormas Islam, MUI, serta Masyarakat, Menolak Keras Pengukuhan dan Pemilihan Miss Waria Kabupaten Pangkep

Pertemuan yang dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Kab. Pangkep, H. Saldi Parumpa, melibatkan beberapa perwakilan Ormas Islam. Peserta pertemuan meminta agar kegiatan Kerukunan Waria yang dijadwalkan dilaksanakan di Hotel Mattampa pada Jumat 13 -15 April 2018, dibatalkan.

Saldi mengharapkan agar dilakukan dialog untuk menyelesaikan masalah yang sudah sangat meresahkan Masyarakat ini.

”Ini memalukan kenapa Pemda memberikan izin kegiatan seperti ini. Kisruh ini sudah menjadi pembicaraa di media sosial, malu kita di kabupaten yang religius, pendekatan nilai agama sangat kita kedepankan,” ungkapnya.

Saldi juga minta agar hal ini tidak berlanjut. Kesbangpol tarik kembali Surat Rekomendasi Kegiatan Festival Waria tersebut.

Kepala Kesbangpol Kab. Pangkep, H. Lauki Hasri, M.Si, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut membenarkan kalau Kesbangpol telah memberikan Rekomendasi untuk kegiatan tersebut.

”Saya terimakasih ada pertemuan seperti ini dan menjadi bahan masukan bagi kami untuk membatalkan kegiatan tersebut, dan hari ini Rekomendasi Kegiatan Pemilihan Miss Waria kami cabut dengan alasan untuk menjaga kondisi keamanan dan ketertiban di daerah kita, hari ini kami Buat surat Pencabutan Rekomendasinya,” tuturnya.

Sementara Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Pangkep lewat Wakil Ketuanya, Hasbuddin Khalid, Lc, mengutuk keras adanya kegiatan tersebut, dan menurut dia ini suatu kecolongan, kenapa kegiatan ini bisa ada.

”Saya baru tahu kalau ada kegiatan seperti ini, dan kami sudah Fatwakan bahwa kegiatan LGBT, dan Waria tidak ada ruang di Kabupaten yang di kenal religius ini,” ungkapnya.

Atas kesepakatan tersebut, FBUI Kab. Pangkep. yang diwakili Dr. Alwi Fatahillah,M.Si dan Ketua DPW FPI Kab. Pangkep, Aco M. Paranrangi,S.Pd,M.Si berjanji akan mengawal kesepakatan bersama ini, dan minta Pemda untuk tidak lagi memberikan izin untuk kegiatan tersebut. (*)

Check Also

Dansatgas TMMD ke 102 Berikan Bantuan Buku Iqra Kepada Anak-anak SD 39 Batususun

MAJENE, KORANMAKASSARNEWS.COM — Dandim 1401/Majene Letkol Inf Rahman Tamampu Leho M.Si, selaku Dansatgas TMMD yang …

Loading...