Home / SEJARAH / 13 April 1950 : Presiden Soekarno Perintahkan APRIS Hentikan Pemberontakan Andi Azis di Makassar
pemberontakan andi azis di Makassar

13 April 1950 : Presiden Soekarno Perintahkan APRIS Hentikan Pemberontakan Andi Azis di Makassar

pemberontakan andi azis di Makassar

KORANMAKASSARNEWS.COM — Pada awal april Presiden RIS (Republik Indonesia Serikat) Ir. Soekarno mengeluarkan pernyataan bahwa negara Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Kelaimantan Tenggara, Kalimantan Barat, daerah-daerah Banjar, Dayak Besar, Bangka, Riau dan Belitung dibubarkan dan semuanya bergabung dengan Negara Republik Indonesia.

Perkembangan politik seperti ini sangat mendorong golongan unitaris untuk mewujudkan cita-cita politiknya yaitu membubarkan negara NIT dan membentuk Negara Kesatuan RI. Ketegangan politik memuncak ketika meletusnya peristiwa pemberontakan Andi Azis pada tanggal 5 April 1950. Peristiwa ini telah membuat kabinet Diapari jatuh.

Dalam situasi yang gawat itu, pada tanggal 13 April 1950 Presiden NIT (Negara Indonesia Timur) Sukawati memanggil rapat para menteri, ketua parlemen, kapten Andi Azis. Dalam rapat tersebut hadir pula kepala badan pengawas Matekohy dan jaksa agung Soumokil. Bertepatan dengan instruksi presiden Soekarno yang memerintahkan APRIS (Angkata Perang Republik Indonesia Serikat) untuk menghentikan pemberontakan Andi Azis di Makassar.

Pasukan TNI yang dipimpin oleh Mayor H.V Worang terus melanjutkan pendaratannya di Sulawesi Selatan. Pada tanggal 21 April, pasukan TNI berhasil menguasai Makassar tanpa adanya perlawanan dari pihak kontra. Namun keamanan yang telah tercipta tersebut tidak berlangsung lama hal ini disebabkan karena keberadaan anggota KNIL yang memprovokasi dan berhasil menyulut emosi APRIS pada saat APRIS akan meninggalkan Makassar. Alhasil bentrokan pun kembali terjadi antara pasukan APRIS dan KNIL.

Pertempuran antra APRIS dan KNIL terjadi pada tanggal 5 Agustus 1950. Pertempuran antara APRIS dan KNIL membuat kondisi di wilayah Makassar menjadi menegangkan. Namun  pada akhirnya pasukan APRIS berhasil membendung serangan para tentara KNIL dengan mengepung kantong-kantong militer KNIL di Makassar.

Pada tanggal 8 Agustus 1950, pimpinan KNIL Jendral Scheffelaar melakukan perundingan dengan pihak TNI yang pada waktu itu diwakili oleh Alex Kawilarang. Hasil perundingan diantara keduanya menandakan berakhirnya pertempuran dan pihak KNIL akan keluar dari Makassar. (dari berbagai sumber)

Check Also

23 Juli 1973 : David Napitupulu Deklarasikan Berdirinya KNPI

KORANMAKASSARNEWS.COM — Komite Nasional Pemuda Indonesia, atau lebih populer dengan singkatan KNPI, adalah organisasi kepemudaan …

Loading...