Home / BALAIKOTA / Kegiatan Ekstrakurikuler SDN Bawakaraeng II, Dinilai Menyalahi Aturan

Kegiatan Ekstrakurikuler SDN Bawakaraeng II, Dinilai Menyalahi Aturan

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.com–Ekstrakurikuler adalah kegiatan non pelajaran formal yang dilakukan peserta didik sekolah atau universitas, umumnya diluar jam belajar kurikulum standar. Kegiatan kegiatan ini ada pada setiap jenjang pendidikan dari sekolah dasar sampai Universitas.

Bertolak belakang dengan kegiatan ektrakurikuler yang dilaksanakan SDN Bawakaraeng II, Makassar, yang dianggap menyalahi aturan dan dinilai memberatkan para orang tua murid.

Sekolah yang dinakhodai HJ. Risma S.Pd ini melaksanakan kegiatan estrakurikuler bertempat di Wisata kebun Malino Kab.Gowa disaat jam pelajaran sekolah berlangsung. Diikuti siswa kelas I sampai kelas 5, dengan memungut bayaran 85 Ribu per siswa (tidak menggunakan dana BOS).

“Kegiatan ekstrakurikuler ini kami lakukan berkat rekomendasi dari Dinas Pendidikan. Kegiatan ini pula tidak masuk di RAKS walau ada dijuknis BOS. Setiap kegiatan estrakurikuler ini kami tidak paksakan yang mau ikut ataupun tidak itu tergantung kemampuan orang tua siswa karna tidak masuk penilaian. Jikapun siswa tidak ikut atau tidak punya biaya terpaksa tidak dilibatkan,” jelas Risma kepada Media, Rabu (25/4/2018).

Sementara Kasi Disdik Kurikulum Muskar Nain yang juga sebagai Tim manajer Dana Bos menanggapi hal tersebut. Menurut dia kegiatan estrakurikuler itu biasanya dilakukan diluar jam sekolah. Jikalau pun di jadwalkan oleh sekolah tentu harus ada penilaian guru, apalagi kegiatan yang dilakukan itu saat jam belajar.

Ia menambahkan bahwa Dinas Pendidikan telah menerbitkan surat edaran untuk kegiatan ekstrakurikuler tidak memungut biaya. Jika ada sekolah yang memungut biaya untuk kegiatan ekstrakurikuler itu adalah pelanggaran. Kegiatan ini tidak bersifat wajib, insya allah Kami teruskan ke Kadis Pendidikan Kota Makassar.

Baca Juga : https://koranmakassarnews.com/2018/04/25/penggunaan-dana-bos-tidak-transparan-kepsek-perlu-pembinaan/

“Hal tersebut tidak boleh dilakukan oleh pihak kepala sekolah atau guru, jika terjadi akan mendapatkan sanksi keras. Kegiatan ini tidak bersifat wajib bagi siswa, insya allah Kami teruskan ke Kadis Pendidikan Kota Makassar.” Tegas Muskar.

Sementara, terlihat sekitar 10 Siswa tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan masih melakukan proses belajar mengajar dikelas, karena terkendala memenuhi biaya yang dianggap memberatkan siswa.(Har)

Check Also

Pj. Gubernur dan Wali Kota Makassar Salat Ied Bersama di Lapangan Karebosi

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM– Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto melaksanakan salat Idul Adha di Lapangan …

Loading...