Home / HUKUM & KIRIMINAL / Saling Demo Penanganan Kasus di Toraja Pertanda Lemahnya Integritas Penegakan Hukum
Pither Ponda

Saling Demo Penanganan Kasus di Toraja Pertanda Lemahnya Integritas Penegakan Hukum

Pither Ponda

TORAJA UTARA, KORANMAKASSARNEWS.COM — Unjukrasa atau demo yang digelar belakangan ini dalam penanganan kasus pencemaran nama baik dan kasus penganiayaan yang melibatkan 2 tersangka, masing-masing, DJM untuk kasus pencemaran nama baik dan JRM untuk kasus penganiayaan, mendapat perhatian publik. Kasus pencemaran nama baik dengan pelapor sekaligus korban, Victor Datuan Batara yang juga Wabup Tana Toraja, hingga kini belum dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Makale. Sementara kasus penganiayaan yang menyusul dilaporkan ke Polres Tana Toraja dengan pelapor DjM dan terlapor JRM malah sudah dilimpahkan ke Kejari Makale. Tersangka JRM baru-baru ini bahkan sudah ditahan di Lapas Makale.

Karena kasus pencemaran nama baik belum dilimpahkan, massa simpatisan Victor Datuan Batara menggelar demo, baru-baru ini. Tujuannya untuk menekan proses hukum agar dipercepat. Sebelumnya, massa simpatisan DjM yang juga Kadis PUPR Papua ini berunjukrasa meminta proses hukum kasus penganiayaan yang dialaminya dipercepat.

Kapolres Tana Toraja AKBP Julianto P Sirait dan Kasat Reskrim AKP John Paerunan yang dihubungi via Whatsapp (WA), Kamis sore kemarin (26/4), tidak menjelaskan detail hal tersebut. “Masih dalam proses penyidikan bapak, masih banyak pemenuhan unsur yang akan kami lengkapi. Terima kasih,” ujar Julianto.

Namun ia tidak menjawab ketika ditanya bahwa dari dua kasus tersebut mana yang lebih dulu dilaporkan, pencemaran nama baik atau penganiayaan. Yang menjawab adalah Kasat Reskrim John Paerunan.

“Kasus pencemaran nama baik lebih dulu pak,” ucap John Paerunan, juga via WA, Kamis kemarin. Namun ketika ditanya mengapa kasus pencemaran nama baik belum dilimpahkan sementara kasus penganiayaan sudah dilimpahkan bahkan dengan Tersangkanya untuk ditahan, John hanya mengatakan pihaknya sudah menjelaskan ketika perwakilan pendemo dari massa Victor menemuinya. Awak media ini terus menanyakan hal ini namun Kasat John Paerunan tidak menjawab.

Baca Juga : KONI Toraja Utara Targetkan 10 Besar di Porda XVI Pinrang

Sementara itu, maraknya saling demo dalam penanganan kasus di Polres Tana Toraja akhir-akhir ini dipandang tidak memberikan pendidikan hukum yang baik bagi masyarakat. Pither Ponda Barany, SH, MH, mantan Ketua AAI (Asosiasi Advokat Indonesia) Cabang Tana Toraja yang kini Wakil Ketua AAI Sulsel, menyatakan keprihatinannya. “Ini sebuah gambaran lemahnya integritas penegakan hukum,” ujar Pither via Whatsapp, siang tadi (27/4/18).

Para Advokat terkait penanganan perkara, katanya, seharusnya bisa membawa kesejukan dalam upaya membela kepentingan klien. “Lebih baik menggunakan upaya hukum maupun prosedur keberatan jika ada keganjilan atau penyimpangan yang dilakukan dalam proses penanganan perkara,” timpalnya.

Penanganan perkara dengan penggunaan tekanan massa, menurut Pither, hanya memperlihatkan ketidakmampuan bekerja profesional. Catur Wangsa sebagai wadah kebersamaan dalam penegakan hukum harusnya digunakan tanpa harus keluar dari kode etik. “Mari kita kembali pada penegakan hukum yang profesional dan bermartabat,” himbaunya. (Tom)

Check Also

Sempat Buron, Pelaku Pembakaran Rumah di Tinumbu Akhirnya Diringkus

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM– Setelah buron beberapa pekan, pelaku pembakaran rumah di Jalan Tinumbu yang menewaskan 1 …

Loading...