Home / OPINI / Akademisi Minta KPU dan Panwaslu Cermati Masukan Dirjen Otoda

Akademisi Minta KPU dan Panwaslu Cermati Masukan Dirjen Otoda

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM — Dinamika politik hari-hari ini sangat menyita perhatian kita semua, selain menyeret masyarakat pada hal yang tidak substantif juga memberikan pendidikan politik yang tidak sehat. Sebab keputusan KPU yang membatalkan pencalonan pasangan calon Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) diambil dengan sangat gegabah.

Untuk itu, apa yang disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri Soni Sumarsono, tentang rasionalisasi dan penjelasan mengenai klausul yang dituduhkan kepada pasangan calon DIAmi haruslah dicemati oleh semua pihak, terutama KPU sebagai pihak terkait dan Panwaslu yang saat ini sedang memproses gugatan tim DIAmi.

Menurut saya, penjelasan Dirjen Otda Soni Sumarsono yang saat ini menjadi Pjs Gubernur Sul-Sel memberi pencerahan dan pemahaman yang baik bagi masyarakat. Bahwa benar Danny Pomanto tidak sedang melakukan money politics atau tidak menyalahgunakan posisinya sebagai kepala daerah untuk maju di Pilkada Serentak 2018.

Baca Juga : Sidang Perdana di Panwas, Appi-Cicu Bermohon Dilibatkan, Maqbul Halim : Apa Dasarnya ?

Selain itu, Danny Pomanto juga hanya sedang menjalankan programnya yang sudah di tetapkan sebelumnya. Jika pemerintah yang sedang menjalankan program-programnya dikriminalisasi dan dipidanakan, sebagaimana yang terjadi saat ini, maka hal itu bukan saja menghina sistem bernegara yang berakibat pada takutnya kepala-kepala daerah untuk menjalankan pembangunan daerahnya, tetapi juga perbuatan tersebut sebagai hal yang sangat dungu.

Sekali lagi, diharapkan kepada pihak-pihak terkait untuk mencermati dengan baik apa yang dijelaskan oleh Dirjen Otda dan menjadikannya sebaga bahan pertimbangan dalam mendudukan dan memutuskan persoalan politik tersebut. Demikian juga, kepada seluruh masyarakat untuk tetap tidak terprovokasi dan memandang hal ini secara rasional dan objekif.
Terimakasih

Hormat,
Ibnu Hajar Yusuf
(Akademisi UIN Alauddin Makassar)

Check Also

Dua Akademisi Memberi Warisan Literasi kepada Selfie LIDA

KORANMAKASSARNEWS.COM — Sebuah buku ekslusif bertabur warna (fubll color) berjudul MUTIARA DARI TIMUR (The Power …

Loading...