Home / NEWS / Forum CSR Siap Membangun Sulsel

Forum CSR Siap Membangun Sulsel

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM — CSR sebagai sebuah bentuk kesadaran Perusahaan untuk berkomitmen dan berperan aktif dalam program berkelanjutan. Belum sepekan perayaan Hari Buruh Nasional, Dinas Sosial Provinsi Sulsel mengajak pelaku Badan Usaha menggelar Acara Bimbingan Teknis “Potensi Dunia Usaha Tahun 2018” di Hotel Quality Makassar berlangsung 3-4 Mei 2018.

Luasnya makna dan cakupan dari Tanggung Jawab Sosial Perusahaan menjadi pembahasan menarik di hari-1 acara tersebut dilaksanakan. Peserta yang hadir terdiri dari perwakilan Dinas Sosial di 16 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan dan 9 perwakilan Badan Usaha/Perusahaan.

Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan memandang perlu adanya kesepahaman dalam memaknai peran Dunia Usaha dalam bicara kesejahteraan social melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Hadir dalam acara tersebut Ketua Forum CSR Sulawesi Selatan Bachnar B. Abdullah, SH sekaligus pengusaha property Sulawesi Selatan.

Menurut Bachnar, “CSR itu suatu strategi. CSR tidak hanya meliputi apa yang dilakukan perusahaan dengan keuntungan mereka, tetapi juga bagaimana keuntungan tersebut dihasilkan”. Selama ini CSR hanya dinilai tidak lebih dari sekadar kedermawanan dan kepatuhan. Pada saat yang bersamaan, CSR dipandang sebagai suatu cara untuk membantu perusahaan mengelola dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan, beserta hubungan perusahaan dengan lingkungan kerja, pasar, supply chain, komunitas, dan domain kebijakan publik.

Hal senada juga disampaikan A. Ervan Burhanuddin, M.Si selaku Nara Sumber dan Aktivis Forum CSR Sulawesi Selatan, menegaskan bahwa kesejahteraan social patut dikedepankan dan menjadikan CSR sebagai sebuah bentuk kesadaran Perusahaan untuk berkomitmen dan berperan aktif mendukung masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan diberbagai bidang, yang tentunya dapat disesuaikan dengan karakteristik usaha, kemampuan dan kebutuhan dari masing-masing perusahaan. Karenanya strategi pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan perlu dirumuskan secara matang.

Lebih lanjut dijelaskan A. Ervan Burhanuddin, M.Si bahwa seiring dengan perkembangan isu lingkungan global, konsep dan aplikasi CSR semakin berkembang, termasuk di Indonesia. Sadar, bahwa CSR tidak semata menjadi kewajiban sosial perusahaan, namun juga dikaitkan sebagai konsep pengembangan yang berkelanjutan (sustainable development). Kesadaran ini juga diperlukan karena sejatinya setiap perusahaan selalu berkaitan dengan masyarakat.

Karenanya program atau kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan perlu didorong sebagai salah satu strategi atau bentuk itikad baik perusahaan dan menjaga hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat.
Meskipun CSR di Indonesia bukan lagi sebatas wacana, namun yang terjadi sesungguhnya kebanyakan baru sebatas pada fenomena “CSR Peduli”, yaitu aktivitas reaktif dan latah dengan membuka posko peduli atau berduyun-duyun membagikan paket bantuan sembako dan memberi layanan kesehatan di wilayah bencana.

Tentu saja dengan kampanye iklan di media massa dengan harapan mendapatkan citra positif perusahaan. Kegiatan seperti ini memang tidak menyalahi prinsip solidaritas kemanusiaan tetapi menjadi aktivitas simbolis belaka dalam konteks CSR.

Fakta lain dari penerapan CSR oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia ternyata sebagian besar masih dilatarbelakangi oleh upaya untuk meredam konflik antara perusahaan dengan masyarakat sekitar, seperti misalnya yang terjadi di Papua oleh PT. Freeport. “Motif meredam konflik seperti ini, tentu tidak akan memungkinkan upaya pemberdayaan masyarakat untuk dilakukan secara komprehensif. Banyak kasus menunjukkan bahwa realisasi program pembangunan masyarakat (community Development) yang dilakukan dengan motif seperti ini, dilakukan secara parsial, tidak partisipatif, belum terencana, bersifat elitis dan belum mampu meningkatkan kapasitas masyarakat lokal.

Baca Juga : RSUD Makassar Dapat Bantuan CSR dari BRI

Meskipun demikian, penerapan CSR oleh beberapa perusahaan di Indonesia patut juga untuk dijadikan contoh bagi perusahaan-perusahaan lainnya. PT. Bogasari, misalnya memiliki program CSR yang terintegrasi dengan strategi perusahaan, melalui pendampingan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis terigu. Seperti yang telah kita ketahui, jika mereka adalah konsumen utama dari produk perusahaan ini.

Demikian juga dengan PT. Unilever yang memiliki program CSR berupa pendampingan terhadap petani kedelai. Bagi kepentingan petani, adanya program CSR ini berperan dalam meningkatkan kualitas produksi, sekaligus menjamin kelancaran distribusi. Sedangkan bagi Unilever sendiri, hal ini akan menjamin pasokan bahan baku untuk setiap produksi mereka yang berbasis kedelai, seperti kecap Bango, yang telah menjadi salah satu andalan produknya.

Keberhasilan penerapan CSR oleh beberapa perusahaan seyogyanya dapat menjadi bahan refleksi atas eksistensi CSR, bahwa CSR apabila dilakukan secara sungguh-sungguh, terencana dan terimplementasi dengan baik akan berimbas pada bukan hanya pada citra/image perusahaan dimata masyarakat, akan tetapi lebih daripada itu, juga merupakan simbiosis mutualisme antara perusahaan dengan masyarakat.

Ke depannya, Forum CSR Sulawesi Selatan bersama Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan akan meng-inisiasi terbentuknya Forum CSR-Kesos di Kabupaten/Kota sekaligus di penghujung Tahun 2018 akan terbit Katalog “CSR dan Kesejahteraan Sosial di Sulawesi Selatan”. (SMN)

Check Also

Kebakaran Lagi, Lima Rumah Dilalap Api di Tallo

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.com—Kebakaran terjadi lagi, kembali wilayah kelurahan Ujung Pandang Baru, Kecamatan Tallo kota Makassar dilalap …

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.