Home / OPINI / Zaenal Mappatoba : Bangun Pesatuan Nasional, Hentikan Neoliberalisme, serta Mengutuk Keras Aksi Biadab Terorisme di Surabaya

Zaenal Mappatoba : Bangun Pesatuan Nasional, Hentikan Neoliberalisme, serta Mengutuk Keras Aksi Biadab Terorisme di Surabaya

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.com — Turut berduka cita atas kejadian aksi terorisme yang menghilangnkan nyawa saudara-saudara kita di Surabaya, Sidoarjo, dan di beberapa tempat lainnya, bahkan sampai hari ini, 14 Mei 2018 rakyat Indonesia masih dikejutkan dengan aksi teror buatan Neoliberalisme.

Kami atas nama PRD Kota Makassar dengan ini sangat mengutuk keras aksi brutal terorisme.

Demikian diungkapkan Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Kota Makassar, Zainal Mappatoba melalui rilisnya, Senin (14/5/2018).

baca juga : Penyataan Sikap MPC Pemuda Pancasila Parepare Atas Tragedi Bom Surabaya

Selanjutnya, lanjut Zainal, demi keutuhan kebinnekaan bangsa ini, kami mengimbau kepada seluruh kaum muda untuk mengambil perang penting di tengah tengah masyarakat untuk mengajak masyarakat lebih menjunjung tinggi konsep gotong royong agar ke binnekaan kita tetap pada visi misinya, yakni persatuan nasional.

Zainalmenilai, aksi teror yang dilakukan di gereja Santana Maria, Surabaya pada 13 Mei 2018, dan di beberapa tempat lainnya adalah pelajaran untuk kita semua bagi kaum muda, krena apapun alasan aksi pembunuhan yang keji yang dimotori kelompok- kelompok yang tidak bertanggug jawab dan tidak berkeperimanusiaan adalah aksi biadab yang terkutuk.

“Sangat terang benderang tujuan terorisme ketika kita telusuri dari munculnya itu pada persoalan perebutan kekuasaan ekonomi pada Negara-negara yang akan di mangsanya, salah satu sasaran empuknya adalah NKRI, salah satu negara yang menyimpan kekayaan sumber daya alam yang melimpah ruah serta kekayaan maritimnya jauh lebih kaya dan luas teritorinya di banding negara negara lain,” bebernya.

Sehingga, tambahnya, Negara-negara Imprealis/Neoliberalisme memanfaatkan berbgai cara dan Modus untuk mempermudah aksi penguasaannya untuk dijadikan obyek negara jajahannya, dengan mengandu domba masyrakatnya, dengan bentuk yang sangat kejam, salah satunya melalui aksi terorisme yang mengatas namakan agama,yang di anggap produktif untuk dijadikan alat memecah belah persatuan bangsa dalam satu negara kuhususnya indonesia yang sedang meneriakkan persatuan,

Padahal, nemurutnya, dalam agama apapun tidak pernah mengajarkan utnuk menghilangkan nyawa orang lain, apalagi membunuh antar sesama demi kepentingan kelompok maupun golongan, bahkan di setiap ajaran bagi umat yang beragama seruannya agar persatuan tetap dikibarkan tanpa ada egoisme, suku, ras, agama, dan perbedaan identitas lainnya.

Indonesia ini milik kita bersama sebagai warga NKRI. Selanjutnya serangan teroris pada level Nasional dan internasioanal juga bertujuan menciptakan anarkhi, menganggu organ negara menyerang aparat keamanan dan menghambat proses demokrasi.

Berangkat dari situasi yang carut marut ini, kami serukan kepada seluruh rakyat Indonesia terkuhusus kaum -kaum muda agar tetap melestarikan budaya gotong royong kita, karena dengan gotong royonglah persatuan akan kuat, karena musuh rakyat tidak terletak pada agama, suku, ras, atapun perbedaan identitas lainnya, tapi musuh rakyat Indonesia adalah Neoliberalisme.

Selanjutnya dengan semangat gotong royonglah rakyat Indonesia terkhusus di kaum-kaum muda masa kini, kita mampu membawa bangsa ini menjadi bangsa yang menjunjung tinggi perikemanusian, serta persatuan nasional, demi kelestarian binneka kita.

Maka dari itu kami dari KPK PRD Kota Makassar menekankan agar pemerintahan Jokowi-JK hadir dalam menjawab semua ketimpangan yang ada di tengah-tengah masyarakat, akibat maraknya praktik-praktik kepentingan liberalisasi, baik ekonomi ataupun politik, akibatnya rakyat Indonesia semakin diarahkan menjadi masyarakat miskin, kesenjangan di mana-mana, pengangguran di mana- mana.

Hampir sebagian besar penduduk Indonesia tidak kebagian keadilan serta kesejahteraan akibat keserakaan Neoliberalisme. Sesungguhnya Negara kita Indoneia adalah negara kaya, nyaris semua kekayaaanya hanya dipersembahkan untuk Neolib beserta boneka-bonekanya di parlement.

Hari ini, terkait kasus motif teroris ini adalah PR pemerintahan Jokowi-JK agar menyelesaikan secepat mungkin dengan tegas persoalan di bangsa kita ini untuk menjaga keutuhan gotong-royong dan pesatuan bangsa yang sudah terbangun sejak dahulu, dan sekiranya pemerintah Jokowi-JK atas aksi teror tersebut mengambil sikap tegas agar pintu pintu Neoliberalisme tidak lagi mendapatkan ruang di tengah kehidupan rakyat yang sedang meneriakkan pesatuan untuk Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahterah tanpa perpecahan.

(junaid ramadhan)

Check Also

Liberalisasi di Sektor pendidikan adalah Bagian dari Liberalisasi Ekonomi, LMND : Kembali ke Pasal 33 UUD 1945

JAKARTA, KORANMAKASSARNEWS.com — Sesuai dengan amanah UUD 1945, bahwa Pendidikan adalah hak segala bangsa: mencerdaskan …

Loading...