Home / INSTITUSI / Dirjen PHU – UIN Alauddin Jalin Kerjasama Program Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji

Dirjen PHU – UIN Alauddin Jalin Kerjasama Program Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM — Dilaksanakan di Aula Pertemuan Wisma Haji Birr Ali lantai 4 Asrama Haji Sudiang Makassar, Seluruh Peserta Pelatihan Integrasi Petugas Haji (TPHI, TPIHI, TKHI) Embarkasi Haji Makassar malam ini sabtu, Tanggal 19 Mei 2018 setelah sehari sebelumnya dibuka secara resmi oleh Plt. Gubernur Sulsel yang diwakili oleh Assisten III, Kembali 175 orang peserta kedatangan salah satu Narasumber utama yaitu Dirjen PHU Kemenag RI.

Sebelum memberikan materi, Acara diawali dengan penandatanganan Kerjasama dengan UIN Alauddin Makassar yang disaksikan langsung oleh sejumlah Pejabat terkait diantaranya Direktur Bina Haji pada Dirjen PHU Kemenag RI., Dekan Fak Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Plt. Kakanwil Kemenag Sulsel, Kepala KKP Makassar, Kabid PHU Kanwil Kemenag Sulsel dan UPT Asrama Haji Embarkasi Makassar.

Prof. Dr. H. Hamdan Juhanis, MA, P.hD. (pembantu Rektor IV bidang Kerjasama UIN Alauddin Makassar) mewakili Rektor UIN Alauddin Makassar usai penandatanganan bersama dengan Dirjen PHU dalam Sambutannya menyampaikan Apresiasinya kepada Kemenag RI atas MoU ini, karena kerjasama ini bertujuan dalam rangka peningkatan kualitas penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah melalui Program Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji.

Kolaborasi antara Kanwil Kementerian Agama dan UIN Alauddin Makassar inibakan ditindaklanjuti pelaksanaannya melalui Prodi Haji dan Umrah di Fakuktas Dakwah Dan Komunikasi Islam, Tambah Penulis Buku Melawan Takdir yang sudah diangkat di layar lebar.

Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI , Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag, menyampaikan apresiasi atas perpanjangan dan perluasan ruang dalam kontrak kerjasama ini, bukan saja berbasis DIPA tapi juga Mandiri. Output kerjasama ini sangat penting khususnya bagi Sulsel dan sekitarnya yang sudah bukan rahasia lagi bila animo melaksanakan Ibadah Umrah dan Haji sangat tinggi dan besar, terbukti dari sisi kuantitas jemaah haji dan umrah sangat padat, bahkan terbesar di Indonesia dan antrian haji terlama bukan hanya di Indonesia bahkan juga di dunia, jelas Nizar Ali.

Mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini juga mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah berhasil lulus sebagai petugas haji yang telah melalui berbagai tahapan seleksi termasuk terobosan baru tahun ini yakni seleksi melalui sistem CAT.

Baca Juga : Jelang Musim Haji, Kemenag dan Kemenkes latih 175 Orang Petugas Haji Embarkasi Makassar

Nizar Ali berharap melalui mekanisme rekruitmen baru bagi petugas haji tahun ini bisa mendorong indeks kepuasan penyelenggaraan Haji Indonesia yang tahun ini mencapai angka 84,85 persen versi Survey BPS lebih meningkat lagi sampai angka 85 persen sebagaimana target Menteri Agama Tahun ini, Harapnya.

Nizar Ali juga dalam materinya membeberkan sejumlah Kebijakan layanan terbaru terkait penyelenggaraan haji tahun ini diantaranya untuk Layanan dalam negeri , Tas Haji 2018 berubah dari tas tenteng menjadi tas Kabin dan koper besar sudah beroda untuk memudahkan JCH dalam mobilitasnya.

Beliau juga menyampaikan bahwa tahun ini Pembagian TPHD menjadi 3 bagian tugas yakni Pelayanan Umum, Pembimbing Ibadah dan Petugas Kesehatan.

Yang lain adalah Verifikasi dan cetak visa sudah di Kemenag RI, Pelimpahan porsi jemaah wafat yang sudah ditetapkan sebagai jemaah berhak melunasi 2018 dilimpahkan ke keluarganya, pemanfaatan sisa kuota TPHD
Penyiapan petugas PPIH Arab Saudi (P3JH) yang direkrut salah satunya dari unaur dokter TNI/Polri, Tambahnya.

Sementara untuk.Layanan luar negeri diantaranya bahwa Akomodasi jemaah menggunakan dua sistem yakni booking Full Musim haji dan Sistem Blocking Time. Konsumsi buat jemaah haji tahun ini di Mekkah bertambah drastis dari 25 kali tahun lalu menjadi 40 kali, dan di Madinah 18 kali dengan citarasa nusantara dan jurumasaknya yang bersertifikasi dengan mendatangkan bumbu masak khas langsung dari indonesia, ujarnya.

Selain itu, khusus untuk Transportasi jemaah haji, menggunakan 3 macam transportasi yaitu transportasi shalawat dari pondokan ke Masjidil Haram dan sebaliknya dan transportasi Masyair. sementara untuk transportasi antar kota dari mekkah madinah, madinah ke mekkah sudah ada peningkatan dari aiai armadanya. minimal tahun produksinya mulai tahun 2014 sampai 2018, paparnya lagi.

Dirjen PHU juga sangat berharap agar para petugas haji tahun ini khususnya Embarkasi Makassar bisa bekerja dengan profesionalitas dan penuh rasa tanggungjawab sehingga bisa berkontribusi besar pada peningkatan Indeks kepuasan pelaksanaan ibadah haji melalui peningkatan kualitas pembinaan, pelayanan dan perlindungan haji. (Wrd)

Check Also

Kapolda Sulsel Beri Penghargaan Kepada Personil yang Berprestasi

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM– Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel Irjen Pol. Drs. Umar Septono memberikan apresiasi berupa …

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.