Home / PARLEMEN MAKASSAR / Komisi C DPRD Makassar Imbau Pembangunan Tol Layang Tidak Mengurangi Ruang Terbuka Hijau
rp

Komisi C DPRD Makassar Imbau Pembangunan Tol Layang Tidak Mengurangi Ruang Terbuka Hijau

rp

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM — Komisi C DPRD kota Makassar mengimbau pembangunan Tol Layang yang mulai dikerjakan tidak mengurangi jumlah Ruang Terbuka Hijau yang ada di Kota Makassar.

Menurut rencana pelaksana proyek PT Bosowa Marga Nusantara (BMN), pihaknya akan menebang sebanyak 1000 pohon di sepanjang Tol Reformasi dan Jl AP Pettarani untuk pembangunan Jalan Tol Layang.

Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau, Dinas Lingkungan Hidup Makassar, Bahar Chambolong membenarkan jika pohon-pohon yang ada di median jalan nantinya akan dipotong untuk membangun tiang-tiang jalan tol layang.

“Tiang-tiang jalan tol layang itu tepat di tengah-tengah, makanya pohon-pohon besar itu akan ditebang supaya bisa digunakan untuk memasang tiang-tiang tol layangnya,” ujarnya senin (21/5/2018)

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi C, Rahman Pina berharap pembangunan jalan tol layang tidak mengorbankan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada. Apalagi kata dia, pohon-pohon tersebut sudah dipelihara sejak lama dengan anggaran yang tak sedikit.

Baca Juga : Walikota Danny Lega, Kesepakatan Pembangunan Tol Dalam Kota Berbuah Manis

“Kita berharap pembangunan tol layang bisa meminimalisir (penebangan pohon), paling tidak semua pohon yang sudah sekian lama dipelihara, juga sudah menelan anggaran yang cukup besar itu digantikan. Mudah-mudahan ada cara bagaimana supaya pohon yang dirusak ini bisa digantikan,” jelasnya

Lanjutnya, Komisi C akan melakukan pemanggilan kepada pihak terkait untuk mengonfirmasi hal tersebut.

“Nanti kita jadwalkan memanggil, Dinas Tata Ruang, Dinas PU, dan pengembang untuk mengkonfirmasi terkait bagaimana scenario pembangunannya,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT BMN Anwar Toha mengatakan pihaknya telah menyiapkan sekitar 6.000 bibit berbagai jenis pohon untuk melakukan penghijauan di area sekitar Tol Layang.

“Penebangan pohon yang jumlahnya lebih dari seribu pohon itu nantinya akan digantikan oleh pelaksana proyek sesuai dengan ketentuan.

Kompensasi dari aturan itu kan 1:5. Di mana satu pohon yang kita tebang akan digantikan dengan lima pohon baru untuk penghijauan dan itulah kompensasinya,” katanya. (*)

Check Also

DPRD Makassar Sepakati 25 Ranperda Menjadi Prolegda TA 2019

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM– DPRD Kota Makassar menyepakati dan menyetujui 25 Ranperda untuk ditetapkam menjadi Program Legislasi …

Loading...