Home / HUKUM & KIRIMINAL / Chatting Korkot VI Kotaku di Group WA Akan Berakhir di Ranah Hukum

Chatting Korkot VI Kotaku di Group WA Akan Berakhir di Ranah Hukum

GOWA, KORANMAKASSARNEWS.COM — Statement atau kicauan salah satu anggota group Pejuang Anti Korupsi di Whatss App yang bernama Nurliah Rukma kini menjadi polemik dan kontroversi bagi beberapa anggota group di dalamnya.

Pasalnya, Nurliah Rukma yang bekerja sebagai Korkot Program KOTAKU Wilayah Gowa-Maros itu membuat kicauan yang memancing emosi beberapa anggota group yang diisi oleh penggiat LSM dan Anti Korupsi, senin (28/05/18).

Dalam percakapan di group tersebut, Nurliah Rukma, mengatakan, “ammari-mari ngasengko kasih label dirimu LSM nampa pakappala tallangko..cari alternatif hidup lain..berkarya baik..dan rejeki halal” (berhenti-berhenti semuamako kasih label dirimu LSM kemudian penipujako..)

Menurut Ketua LSM-KAPAK, Khaeril Jalil, komentar dari Nurliah Rukma sudah tidak beretika karena terkesan menganggap semua penggiat LSM itu penipu.

“Statementnya terlalu memojokkan penggiat LSM, karena menuding penggiat LSM “pakappala tallang (pelaut kapal keram)” yang dalam idiom Makassar dapat diartikan sebagai penipu,” kata Ketua LSM-KAPAK, Khaeril Jalil.

Lanjut Khaeril menambahkan, komentar Nurliah Rukma sudah terkesan mengarah ke delik pencemaran nama baik dan/atau penghinaan yang dapat diproses secara hukum sebagaimana dimaksud di dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE.

“Kami bersama teman-teman penggiat LSM lainnya dari CIP, SOMASI, KOMPAK, KONTRAK, PEMANTIK, KAJI, INSANI INDONESIA, GARUDA SAKTI merasa tersinggung dan dilecehkan atas komentar Nurliah Rukma, maka dari itu sementara kami kaji untuk dibawa ke ranah hukum,” jelasnya.

Di samping itu Khaeril yang juga berprofesi sebagai Pengacara menambahkan bahwa komentar tersebut terkesan menyerang secara kelembagaan, terkhusus LSM yang berada di Group Pejuang Anti Korupsi, bukan lagi menyerang oknum.

Baca Juga : Babak Baru Kasus Ujaran Kebencian Alaika Kasih di Polrestabes Makassar

“Seharusnya Ibu Nurliah Rukma yang terhormat, kalau memang mau menyoroti secara individu, bicara oknum lah, jangan bicaranya mengarah ke semua penggiat LSM secara umum,” kesal Direktur CIP, Zulfiadi Muis, lanjut zul mengatakan ini tidak bisa didiamkan karena menyangkut harkat dan martabat kita sebagai berorganisasi atau berlembaga sosial masyarakat (LSM).

Disamping itu ketua LSM SOMASI, Muh. Ramli Tojeng pihaknya juga akan melakukan investigasi dan pengawasan bersama teman-teman penggiat LSM lainnya mengenai pelaksanaan kegiatan KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) yang menelan anggaran puluhan ratusan miliaran rupiah yang dikelola oleh Nurliah Rukma.

Ramli menambahkan “Semoga tidak ada Pakkappala Tallang di dalam program KOTAKU, karena anggarannya sangat besar dan rawan untuk dikorupsi,” katanya.

Takkala hebatnya, pernyataan yang dibuat Nurlia Rukma dalam percakapan group WA itu ditimpali juga oleh Ketua LSM Kontrak Edy Lawa, yang biasa disapa Daeng Lawa, juga sangat menyayangkan komentar yang dilontarkan Nurliah Rukma di Group Pejuang Anti Korupsi “PAK”

Menurutnya, selain bahasa “Pakappala tallang”, juga bahasanya yang menyuruh berhenti orang menjadi penggiat LSM dan mencari aktivitas lain yang halal sangat menciderai perasaan teman-teman.

“Kami tidak akan pernah berhenti mempersoalkan pernyataan tersebut hingga masuk ke ranah hukum. Apakah memang aktivitas LSM tidak halal ? INGAT MULUTMU HARIMAUMU !!!,” ujar Lawa. (*)

Check Also

Sepekan Buron, Pelaku Penganiayaan Oknum Anggota Polri Akhirnya Diringkus

PINRANG, KORANMAKASSARNEWS.COM– Tim Gabungan yang terdiri Opsnal Sat Intelkam Polres Pinrang dan Resmob Polda yang …

Loading...