Home / OPINI / Forum Sekjend Cipayung Plus Diskusi Menyoal Pancasila dan Masa Depan Bangsa

Forum Sekjend Cipayung Plus Diskusi Menyoal Pancasila dan Masa Depan Bangsa

JAKARTA, KORANMAKASSARNEWS.com — Forum SEKJEND Cipayung plus kembali mengadakan diskusi mengangkat tema Pancasila dan Masa Depan Republik Indonesia dalam merespon Hari lahirnya Pancasila. Diskusi yang digelar dalam acara buka puasa bersama ini dilaksanakan di sekretariat Indonesia Berdikari (Ruang Pertemuan Indonesia Berdikari lantai II) Jl. Salemba Tengah No. 39 AA/BB depan kantor BPS DKI Jakarta Minggu (3/6/2018).

baca juga : Prakondisi Mayday dan Hardiknas, EK-LMND Makassar Serukan Hentikan Liberalisasi Pendidikan

Muhammad Asrul selaku Sekjend Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dalam kesempatan diskusi tersebut menyatakan bahwa Pancasila sebagai dasar negara sekaligus sebagai bintang penuntun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila harus dikembalikan dengan jiwa dan semangatnya yang anti terhadap imperialisme. Pancasila adalah suatu ideology yang bisa diterima di bangsa yang beragam agama, suku, adat-istiadat, etnis, dan bahasa,” katanya.

Menurut Asrul, bangsa kita tidak akan pernah ketinggalan dari bangsa-bangsa lain di muka bumi ini jika seluruh kebijakan dan regulasi penguasa selalu berlandaskan pada Pancasila. Paradoks situasi bangsa hari ini cukup mengkhawatirkan ketimpangan ekonomi cukup melebar, 1 % orang kaya menguasai 49% kekayaan yang dimiliki bangsa kita.

Haluan ekonomi yang Neoliberal yang diterapkan pemerintah terbukti gagal dan harus ditinggalkan dan kembali ke haluan ekonomi pancasilais berlandaskan pada pasal 33 UUD 1945.

“Pancasila harus mampu menjawab persoalan ekonomi politik di bangsa ini serta mampu menuntaskannya agar cita-cita kemerdekaan menuju masyarakat adil dan makmur bisa terwujud,” tandas Asrul.

Asrul menerangkan bahwa LMND secara organisasional mulai mengkampanyekan serta membumikan Pancasila dengan slogan Menangkan Pancasila. Menangkan Pancasila dalam bentuk posko-posko di seluruh struktural organisasi LMND bertujuan untuk membangun kesadaran rakyat serta mengadvokasi persoalan-persoalan yang dihadapi oleh kaum miskin kota, petani, nelayan, buruh dan mahasiswa.

Pancasila juga, tambah Asrul, harus mampu menjawab persoalan-persoalan dunia pendidikan bangsa Indonesia mulai dari biaya pendidikan yang mahal, infrastruktur, represifitas birokrasi dan apparat terhadap gerakan mahasiswa dan lain sebagainya.
“Dengan berlandaskan Pancasila maka bangsa ini bisa disegani, berdaulat di bidang politik, mandiri dalam ekonomi serta berkepribadian dalam budaya,” pungkasnya.

Selain Asrul, diskusi yang menyimpulkan gerakan mahasiswa harus menemukan platform yang mampu menjawab persoalan serta tantangan-tantangan bangsa ke depan ini juga menampilkan beberapa pembicara lain, yakni Arif Fachruddin selaku pemantik dalam diskusi, Tamrin Wasekjend PB PMII, David Sitorus Wasekum PP GMKI, dan Aan Julianda Wasekjend PB HMI.

(junaid ramadhan)

Check Also

Kemenangan Kotak Kosong adalah Kemenangan Rakyat

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.com — Akhirnya KPU Kota Makassar menetapkan kotak kosong sebagai pemenang dalam pilwali Makassar …

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.