Home / POLITIK / Abdi Asmara : Tidak Ada Pengurus Demokrat Makassar Menjadi Saksi Paslon Appi-Cicu

Abdi Asmara : Tidak Ada Pengurus Demokrat Makassar Menjadi Saksi Paslon Appi-Cicu

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM — Berbagai upaya dilakukan oleh tim pasangan calon (paslon) tunggal di Pilwali Makassar untuk menggerus suara Kolom Kosong (KOKO). Mulai dari melempar issu miring, rusuh keliling (Rusli) ke berbagai tepat rekapitulasi suara di kecamatan hingga saksi yang mengaku kader Partai Demokrat.

Seperti yang dilakukan Suryadi Kadir, misalnya. Saksi paslon Appi-Cicu pada perhitungan suara di Kecamatan Makassar ini mengaku sebagai pengurus Partai Demokrat.

Namun pengakuan Suryadi Kadir sebagai pengurus partai yang dipimpin Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ini dibantah Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat kota Makassar, Abdi Asmara.

‘’Tidak ada pengurus Partai Demokrat di Makassar bernama Suryadi Kadir,” tegas Abdi Asmara yang juga Ketua Fraksi Demokrat di DPRD kota Makassar ini saat dikonfirmasi INFOSULSEL.COM, Senin (2/6/2018) malam.
Hal senada ditimpali Wakil Ketua KPPC Partai Demokrat Kota Makassar, Zulkifli Thahir. Menurutnya oknum ini hanya mengaku-ngaku saja.

“Tidak ada pengurus Demokrat bernama Suryadi Kadir. Ini orang hanya mengaku-ngaku saja. Dia ingin membenturkan kami dengan rakyat pemilih Kolom Kosong. Kalau benar dia pengurus Partai Demokrat, tunjukkan SK-nya dan cek KTA Demokratnya. Saya pastikan tidak ada,” pekik Zulkiflli, Senin malam.

Wakil Ketua OKK DPC Partai Demokrat kota Makassar Iskar Kadir pun mengamini penjelasan para pengurus partai berlambang mercy ini.

‘’Setelah saya cek di data base DPC Demokrat Makassar, nama Suryadi Kadir memang tidak ada,” ungkap Iskar.
Informasi yang diterima media ini mengungkapkan Suryadi memang punya tabiat buruk. Kabarnya dia pernah tersangkut masalah hukum terkait pelanggaran Pemilu pada 2014 silam.

baca juga : Partai Demokrat Tetap Komitmen Kawal Suara Koko di Makassar

Untuk diketahui Partai Demokrat menjadi satu-satunya partai parlemen di DPRD Makassar yang mengusung Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) maju di Pilwali Makassar 2018. Paslon lainnya yakni Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi atau Appi-Cicu.

Namun dalam perjalananya pasangan bernomor urut 2 ini didiskualifikasi oleh KPU. Jadilah paslon Appi-Cicu harus bertarung dengan Kolom Kosong. Demokrat sebagai partai pengusung tetap konsisten dan berkomitmen bersama rakyat memenangkan Kolom Kosong di Pilwali Makassar 2018.

Hal itu akhirnya terwujud. Berdasarkan real count yang dilakukan oleh partai yang identik dengan warna biru ini, Appi-Cicu dikalahkan oleh Kolom Kosong. Begitu juga dengan sejumlah lembaga survei nasional dan semua tv swsta nasional yang melakukan perhitungan cepat pada Rabu 23 Juni 2018.

Perolehan suara Appi-Cicu berdasarkan real count Partai Demokrat hanya mencapai 47,01 persen. Sementara Kolom Kosong menang 52,98 persen. Hasil ini diperoleh dari 2674 TPS yang tersebar di 15 kecamatan di Makassar. (*)

Check Also

Bang Bull, Caleg PPP Bincang Peran Pemuda dalam Mengisi Kemerdekaan

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM– Hasbullah Bacaleg Partai Persatuan Pembangunan Dapil V (Kecamatan Mamajang, Mariso, Talamate) Kota Makassar …

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.