Home / OPINI / Kemenangan Kotak Kosong adalah Kemenangan Rakyat

Kemenangan Kotak Kosong adalah Kemenangan Rakyat

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.com — Akhirnya KPU Kota Makassar menetapkan kotak kosong sebagai pemenang dalam pilwali Makassar tahun 2018. Kotak kosong unggul dari pasangan calon tunggal,  dengan perolehan suara sekitar 53.23%.  Hasil ini diperoleh setelah selesainya rekap suara 15 kecamatan yang digelar di hotel Max One Makassar, pada 6 Juli 2018 lalu.

“Inilah buah perlawanan rakyat,  inilah hasil kerja bersama rakyat,” demikian diungkapkan koordinator Relawan Kolom Kosong (REWAKO), Anshar Manrulu, SE, Minggu (8/7/2018) .

baca juga : REWAKO Minta KPU Sulsel Beri Perhatian Khusus kepada Suara Rakyat

Kita sudah melalui masa-masa melelahkan, tambah Anshar, menyusuri lorong-lorong dan mendatangi rumah-rumah rakyat. Kita sudah melalui masa-masa sulit,  dicibir dan dianggap kumpulan orang-orang sakit hati dan berotak kosong.

Semua itu, lanjutnya, tidak membuat kita mundur,  tidak membuat semangat kita kendor. Sebaliknya, berbaur di tengah-tengah rakyat, membuat energi kita makin berlipat ganda.

Anshar menambahkan, sejak awal,  sebenarnya sudah sangat terasa ada penolakan dan perlawanan rakyat pada calon tunggal yang ada.  Semakin kuat mereka berbicara tentang keunggulan program-programnyanya, justru mendapat sambutan berbanding terbalik dengan pesimisme dan respon negatif yang makin luas di tengah rakyat.

Menurut Anshar yang adalah Ketua Desk Partai Gerindra dalam Pilwalkot Makassar lalu, mereka hanyalah sebagai calon boneka yang hanya mewakili kepentingan kelompok bisnis tertentu, yang tidak akan mungkin membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

“Mereka dianggap calon yang lahir dari ambisi segelintir elit partai saja,  yang dipaksakan dengan mengabaikan aspirasi rakyat. Bahasa-bahasa seperti ini sangat mudah kita dapatkan di lorong-lorong,  warung kopi,  sampai kawasan pemukiman rakyat sebelum hari pemilihan,” katanya.

Anshar menilai ini adalah loncatan kesadaran rakyat,  inilah bentuk perlawanan rakyat di lapangan elektoral.  Inilah cara rakyat menghukum partai-partai yang sudah memunggungi aspirasi mereka.

“Kemenangan kotak kosong,  adalah kemenangan rakyat.  Bukti kedaulatan ada ditangan rakyat,  bukan ditangan segelintir elit dan kekuatan olirgarki,” tandasnya.

“Kemenangan ini kami anggap baru tahap awal. Kita sudah maju selangkah, memenangkan dukungan rakyat untuk menghalau calon tunggal yang ada berkuasa. Perjuangan selanjutnya adalah memperkuat barisan rakyat untuk  memenangkan calon Walikota Makassar yang diinginkan rakyat pada tahun 2020. Siapa calon Walikota itu?   bila tiba masanya, rakyat Makassar yang akan menjawab,” tutupnya.

(junaid ramadhan)

Check Also

Asrul Ajak Bersolidaritas dan Kutuk Pembubaran Diskusi dan Demonstrasi Tolak Annual Meeting IMF-Word Bank

JAKARTA, KORANMAKASSARNEWS.com — Sejak 8-14 oktober 2018 terjadi agenda pertemuan tahunan IMF dan Word Bank …

Loading...