Home / HUKUM & KIRIMINAL / Kapolda Sulsel Tidak Tahu, Maqbul Halim Sudah enam Hari Ditahan

Kapolda Sulsel Tidak Tahu, Maqbul Halim Sudah enam Hari Ditahan

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.com—Kasus Hatespeech yang menjerat Maqbul Halim hingga menggiring penahanan dirinya di Rutan Polda Sulsel mendapat tanggapan mengejutkan dari Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Umar Septono. Pasalnya Jendral bintang dua ini mengakui belum mengetahui perihal penahanan Maqbul Halim.

Dikonfirmasi setelah Salat Duhur di halaman mesjid Syuhada Polda Sulsel, Selasa (10/7/2018), Umar mengatakan tidak mengetahui adanya kasus Hatespeech dilingkup Polda Sulsel

“Kasus Hate Speech yang mana, Maqbul siapa ?,” Ucap Umar seraya mengajukan balik pertanyaan kepada sejumlah awak media.

Bahkan Ia seakan bingung dengan pertanyaan Awak media yang memberitahukan bahwa penahanan Maqbul sudah memasuki hari keenam,

“Saya malah belum ini, yang Hatespeech kapan. Sory, nanti saya cek dulu yah, takutnya salah.” ujarnya kemudian bergegas memasuki gedung Ditreskrimum Polda Sulsel.

Baca Juga : https://koranmakassarnews.com/2018/07/10/jeritan-hati-istri-maqbul-halim-saya-hanya-minta-keadilan/

Diketahui, eks Juru bicara Tim Paslon Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto dan Indira Mulaysari ini, sebelumnya dilaporkan ke Polrestabes Makassar pada 7 April 2018 oleh kuasa hukum Aksa Mahmud terkait cuitannya di salah satu media sosial yang dianggap menyinggung salah seorang tokoh pengusaha besar asal Sulawesi Selatan itu.

Polda Sulsel kemudian mengambil alih kasus ini dan tepat pada 2 Juni 2018, Maqbul Halim ditetapkan sebagai tersangka. Dua hari kemudian Maqbul ditahan oleh Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel dan bertepat hari ini Pria 42 tahun tersebut telah enam hari mendekam dibalik jeruji Rutan Polda Sulsel. (Mi)

Check Also

Pelaku Pembakaran Gereja Diringkus Aparat Polsek Panakukang

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM– Selasa, 21 Agustus 2018 Pukul 05.00 Wita, Gereja Toraja Jemaat Masale Jl. Adhyaksa …

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.