Home / PERISTIWA / 3 Hari Tenggelam dan Melakukan Pencarian, Jenazah Nelayan Ditemukan Mengapung

3 Hari Tenggelam dan Melakukan Pencarian, Jenazah Nelayan Ditemukan Mengapung

PAREPARE, KORANMAKASSARNEWS.COM — Jenasah nelayan, asal Karaballo, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, La Cemma alias Usman (50) akhirnya ditemukan. Jasad korban ditemukan mengapung di dekat dermaga milikj PT Pertamina di teluk Parepare hanya berjarak sekira 100 meter dari tempat perahunya yang ditemukan menabrak tanggul jalan 3 hari yang lalu, kamis (12/7/2018).

Komandan Regu Polairud Polda Sulsel, Brigpol Aris Barakasi menjelaskan jasad korban ditemukan dalam posisi tengkurap dengan kondisi sudah mulai membusuk, kemungkinan jasad korban tertimbun lumpur, sehingga pas kena arus baling-baling kapal Tag Boat akhirnya naik ke permukaan. Mayat tersebut ditemukan sekitar 0,5 mil dari dermaga Pertamina Depot Parepare dalam keadaan terapung. Jasad korbanpun langsung dievakuasi menggunakan Kapal Milik Polairud ke Dermaga Pelabuhan Cappa Ujung, untuk selanjutnya dibawa ke RS.

Sebelumnya, Komandan Tim Basarnas Makassar, Darul mengatakan telah memprediksi jika pada hari ke-3 biasanya mayat yang tenggelam di laut akan mengapung pada hari ke-3. Hari ke-2 mengapung botol nanti hari ke-3 akan mengapung jika tidak tersangkut dibawah.

Baca Juga : Kapolda Sulsel Kunker ke Mapolres Parepare, Ini Pesannya

Pada hari ke-2 pencarian , Tim Sar gabungan dari Basarnas Makassar, Batlyon B Polda Sulsel, Polairud, Polres Parepare, Tagana, BPBD serta nelayan lokal telah melakukan pencarian dengan mulai menyisir perairan.

Tim Sar juga sempat melakukan penyelaman dititik tempat korban ditemukan namun jarak pandang penyelam terbatas lantaran kondisi permukaan laut yang berlumpur.Kuat dugaan , jasad korban terjebak didalam lumpur di permukaan laut sebelum akhirnya terapung. (Sis)

Check Also

Ratusan Pengungsi Asal Sulawesi Tengah Berlabuh di Pelabuhan Makassar

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.com — Pengungsi korban bencana gempa tsunami Palu-Donggala asal Provinsi Sulawesi Tengah kembali sandar …

Loading...