Home / DAERAH / Kontraktor Bermasalah Bakal Menangkan Tender Peningkatan Jalan Bangkelekila-To’yasa Torut

Kontraktor Bermasalah Bakal Menangkan Tender Peningkatan Jalan Bangkelekila-To’yasa Torut

TORAJA UTARA, KORANMAKASSARNEWS.COM — Seperti diberitakan sebelumnya, PT Cendrawasih Persada Raya (CPR) ikut tender Peningkatan Jalan Bangkelekila’-To’yasa di Toraja Utara, tahun ini. Hanya saja, perusahaan milik Yohan Pongmasangka ini masih bermasalah dengan proyek Peningkatan Jalan Rantepao-Tikala yang dikerja tahun lalu.

Pasalnya, masalah ini terkait temuan BPK atas proyek tersebut sebesar Rp1.810.268.292, terdiri dari pekerjaan ulang pisik sesuai kontrak sebesar Rp1.782.417.147 dan pengembalian kelebihan pembayaran untuk pekerjaan drainase sebesar Rp37.851.145.

Temuan BPK tersebut hingga kini belum ditindaklanjuti pihak CPR. Belum tuntas masalahnya, perusahaan ini lagi-lagi ikut tender. Paket yang diincar adalah Peningkatan Jalan Bangkelekila’-To’yasa senilai Rp7.230.754.000,00. Upaya CPR jadi peserta tender tanpa hambatan.

Awak media ini sebelumnya tidak mengetahui kalau CPR turut mendaftar. Baru diketahui setelah ada laporan dari sumber yang layak dipercaya. “Saya kira ada aturan yang mengatakan apabila perusahaan bermasalah biasanya diberi sanksi blacklist minimal 2 tahun. Apalagi saya dengar CPR punya rekam jejak kurang baik. Dikuatirkan kalau panitia justru memenangkan. Ini kontroversial dan jadi preseden buruk kedepan,” ujar seorang warga di Rantepao.

Baca Juga : Bermasalah, PT. CPR Ikut Tender Peningkatan Jalan Bangkelekila-To’yasa Tahun 2018

Warga tersebut sejauh ini banyak memantau proses tender di ULP Torut.
Meski demikian, tambah warga yang enggan disebut namanya ini, pihaknya menduga CPR bakal memenangkan tender paket Bangkelekila’-To’yasa.

“Pertama, alasannya klasik yaitu soal harga penawaran terendah wajar atau tidak wajar. Kedua, kedekatan hubungan emosional pemilik perusahaan dengan Bupati Kala’. Bahkan masih kerabat bupati. Ini terlepas dari CPR bermasalah atau tidak. Tapi mudah-mudahan pokja atau panitia tidak gegabah, objektif serta sesuai aturan, sehingga dapat memutuskan yang terbaik dan tepat ,” tutur warga tersebut, kamis (12/7/18).

Pihak panitia atau pokja sendiri saat dikonfirmasi dan dimintai penjelasan malam tadi, belum berhasil dihubungi. Nomor lain yang dihubungi juga tidak tersambung. Sejauh ini memang awak media kesulitan dalam memantau kerja pokja ULP Torut. (TimLiput)

Check Also

Pendamping Desa : Musdes RKPDes 2019 Sinjai Selatan Sudah di Laksanakan

Musyawarah Desa Rencana Kerja Pemerintah Desa Songing Tahun 2019, Jumat 13 Juli 2018 SINJAI, KORANMAKASSARNEWS.COM—Musyawarah …

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.