Home / BUDAYA & PARIWISATA / Januar : Lindungi Pulau Kodingareng Keke

Januar : Lindungi Pulau Kodingareng Keke

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM — Keberadaan bangunan 3 lantai berikut dermaga akses di pulau Kodingareng Keke akhirnya dipertanyakan oleh Andi Januar Jaury Dharwis. Fasilitas yang dibangun sejak 3 tahun lalu ini serta memakan biaya hingga milyaran, diperuntukan untuk menunjang aktivitas wisata bahari dan pusat informasi spermonde. Hingga kini tidak ada kejelasan seperti apa bentuk pengelolaan pulau kodingareng Keke pasca hadirnya fasilitas ini yang akhirnya terkesan terbengkalai. Bahkan menjadi ajang klaim secara sepihak antara warga pulau Barrangcaddi dan Kodingareng Lompo karena berada di antara kedua pulau.

Pemerhati kemaritiman Sulsel Andi Januar Jaury Dharwis mengatakan pihak pemerintah kota Makassar melalui dinas terkait harus segera membentuk unit kerja pengelolaan Pulau Kodingareng Keke ini. Tentu saja Pulau Kodingareng Keke serta fasilitas yang ada memerlukan dukungan operasional yang dikelola oleh sebuah organisasi kerja.

“Bagaimana pun pulau kodingareng Keke harus dijaga kelestariannya yang memerlukan biaya berkelanjutan yang tidak sedikit. Untuk mendukung hal itu tentu kita berharap kepedulian para pihak yang diantaranya pengunjung (wisatawan). Kepedulian ini bisa dalam bentuk materi yang harus dikelola oleh tim kerja yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan ; pemerintah, tokoh masyarakat pulau, pemuda pulau, industrial, sehingga terwujud pemberdayaan”, jelas politisi partai Demokrat ini, jumat (13/7/18).

baca juga : Plt Camat Sangkarrang : Bertugas Di Pulau Punya Tantangan Tersendiri

Kepala Badan Promosi Pariwisata daerah Provinsi Sulawesi Selatan ini menambahkan, seiring semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke pulau Kodingareng Keke ini, harus parallel dengan layanan yang tersedia. Utamanya pengawasan terhadap semua aktivitas wisata para pengunjung, keselamatan dan dampak kerusakan terhadap lingkungan permukaan dan bawah laut.

Aktivitas wisatawan diantaranya ; menyelam, snorkeling, memancing, berenang, pasir putih dan lain lain. Kehadiran unit kerja di destinasi wisata juga akan menerapkan aturan2 yg harus ditaati baik pengunjung maupun penjaja variasi usaha yg tercipta di sana. Sebelum ada bangunan liar semi permanent yg tdk teratur, sebaiknya pemkot sdh menerapkan aturan yg tetap mengutamakan kearifan lokal yakni masyarakat pulau sekitar destinasi wisata. (*)

 

Check Also

Lokalisasi Kawasan Kantor Bupati Torut di Panga’ Dinilai Lebih Nyaman

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM – Kawasan Pembangunan Kantor Bupati Toraja Utara yang berlokasi di Panga’ Tondon, dinilai …

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.