Home / HUKUM & KIRIMINAL / FPI Sulsel Mengecam Keras Persekusi Kelompok Tertentu Rombongan DPP FPI di Bandara Tarakan

FPI Sulsel Mengecam Keras Persekusi Kelompok Tertentu Rombongan DPP FPI di Bandara Tarakan

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.com — Kelompok anarkis, intoleran dan anti Kebhinnekaan kembali membuat ulah di negeri Indonesia tercinta ini.

Sabtu tanggal 14 Juli 2018 pagi, sekelompok preman dari kelompok lain melakukan penghadangan dan persekusi terhadap rombongan pengurus FPI yang tiba di Bandara Tarakan, Kalimantan Utara.

Massa nampak begitu beringas dan seperti lupa bahwa di Kalimantan Utara umat Islam adalah Mayoritas dengan jumlah 65,75 Persen, sementara sisanya adalah pemeluk agama lain.

Demikian diungkapkan Imam Daerah FPI Sulsel, Habib Faisal al Habsyi didampingi Habieb Muhsin dan Ustad Agussalim, Jubir FPI dan FUIB Muhammad Abduh Rachman, Minggu (15/7/2018).

baca juga : FPI Sulsel Kecam Tindakan Biadab Pemboman Gereja di Surabaya

“Massa perusuh nampak begitu bebas masuk ke area Bandara dan itu semua dibiarkan oleh aparat se olah-olah pemerintah tak ada lagi, ataukah mereka mendesain agar kezhaliman yang mereka lakukan itu se olah-olah dibenarkan. Kronologis yang sementara kami dapatkan,  Sementara umat Islam yang bersiap menjemput rombongan FPI dihadang, dilarang masuk ke area Bandara oleh aparat,” bebernya.

“Aparat dengan sepihak kemudian memutuskan memulangkan Waketum DPP FPI KH Ja’far Shiddiq bersama rombongan ke Jakarta tanpa mendiskusikan sama sekali dengan pihak FPI Kalimantan Utara,” tambahnya.

Padahal, lanjut Habib Faisal, sekitar 6 bulan lalu Waketum FPI bersama Habib Hanif Alatas datang ke Berau yang bersebelahan dengan Tarakan untuk menghadiri Tabligh Akbar dan pelantikan FPI di sana, dan acara tersebut berjalan lancar dihadiri ribuan umat Islam Berau dan tidak mendapat gangguan sama sekali.

“Untuk itu, Front Pembela Islam Sulawesi Selatan mengecam keras  tindakan oknum aparat di bandara Tarakan dan Para Persekusi dari kelompok lain yang hanya berjumlah 30 an yang telah mengoyak kebhinekaan dan melabrak Undang Undang Dasar 1945 Pasal 28 E ayat 3 yang menyatakan, Setiap Orang berhak atas kebebasan, berserikat, berkumpul dan.mengeluarkan pendapat ,” tegas Habib Faisal.

Habib Faisal menilai, ini adalah cikal bakal pemicu biang kerok anti toleran dalam menghadapi tahun tahun Politik 2018 – 2019, tidak Pancasilais, memantik disintegrasi bangsa, merobek semboyan Bhineka Tunggal Ika.

“Seharusnya dan seyogyanya Pemerintah tidak kehilangan wibawa hukum dengan hanya sekelompok yang berjumlah 30an orang yang demo di bandara Tarakan yang merupakan obyek vital dimana tidak dibenarkan untuk melakukan hal-hal yang bersifat demonstrasi, apa lagi ada Surat Edaran Menteri Nomor 15  Tahun 2017 yang dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi,” katanya.

“Ini mencoreng nama baik Bangsa Indonesia di mata luat negeri,”  tegas Imam Daerah FPI SULSEL ini yang telah disahkan menjadi Imam Daerah FPI Sulsel di bulan Ramadhan lalu yang pengesahannya ditanda tangani oleh Habieb Rizieq Syihab yang juga Imam Besar FPI Indonesia.

Untuk itu FPI Sulsel menghimbau Pemerintah Indonesia agar segera tangkap dan proses hukum 30an Pereksekusi Anti toleran di Bandara Tarakan tersebut, karena apa bila ada pembiaran sangat berbahaya kelangsungan dan keutuhan NKRI.

(FPI Sulsel)

Check Also

Sempat Buron, Pelaku Pembakaran Rumah di Tinumbu Akhirnya Diringkus

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM– Setelah buron beberapa pekan, pelaku pembakaran rumah di Jalan Tinumbu yang menewaskan 1 …

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.