Home / KULINER / Mengunjungi UKM Kripik Pisang Tanduk Khas Luwu Timur

Mengunjungi UKM Kripik Pisang Tanduk Khas Luwu Timur

LUWU TIMUR, KORANMAKASSARNEWS.COM — Mengunjungi Kabupaten Luwu Timur kini tidak lengkap rasanya tanpa membawa produk khasnya,salah satunya kripik pisang tanduk.Disela kegiatan pelatihan kewirausahaan dan audit koperasi,tim fasilitator Dinas Koperasi UKM Sulsel mengunjungi pusat oleh-oleh keripik pisang tanduk di Jl Trans-Sulawesi, Desa Tarengge, Kecamatan Wotu, Luwu Timur,Minggu (22/7/2018).

Sehari sebelumnya,Sabtu (21/7/2018),Kadiskop UKM Sulsel,H.Abd.Malik Faisal juga menyempatkan ke lokasi ini melihat langsung produksi UKM pisang tanduk yang terdiri 2 (dua) UKM yaitu brand “kuporai” dan brand “Nasuzuri”.

UKM kripik pisang tanduk Kuporai dan Nasuzuri gerainya tidak jauh dari tugu Tarengge.Kedua UKM ini berdampingan dan pengelolanya masih ada hubungan keluarga.

Di gerai UKM Kuporai dan Nasuzuri ini khusus menjual oleh-oleh produk pisang aneka rasa dengan bahan dasar pisang tanduk.Ke-2 UKM inilah yang menjadi pionir olahan pisang tanduk higga mulai menjamur di Luwu Timur.

Pemilik UKM Kuporai, Syahrul Basir mengatakan,usahanya dirintis sejak tahun 2013 dengan olahan peralatan sederhana dengan mempertahankan kualitas dan rasa pisang tanduk yang sebenarnya. “kami setiap bulan memproduksi 3-5 ton produk yang sudah dikemas,dengan tenaga kerja sebanyak 10 orang,” katanya.

Brand “kuporai” berarti kusuka dalam bahasa Luwu, Bugis dan Toraja.Selain itu,kuporai juga singkatan dari kelompok usaha produktif rakyat Indonesia yang mulanya binaan PKBM Bumi Pertiwi dan kini dibina langsung Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Luwu Timur.

Pemilik UKM Nasuzuri, Suraini mengatakan, produknya sangat laris dengan menjual aneka varian rasa kripik pisang tanduk seperti rasa cokelat, manis, asin,pedas,rasa jagung bakar, jagung manis, dan jahe.Selain pembeli yang langsung ke toko,ada juga pesanan dari lokal Luwu Timur maupun diluar Lutim.Harga mulai dari Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per bungkus.

Baca Juga : Diskop UKM Sulsel Buka Pendaftaran Calon Pendamping KUMKM

Ketersediaan bahan baku menjadi faktor sangat penting dalam mempertahankan dan meningkatkan produksi kripik pisang tanduk.

Pemilik UKM kuporai dan Nasuzuri ini bekerjasama dengan petani dengan membagikan bibit pisang secara gratis dan hasil tanaman dijual ke UKM.”bahan baku kami ada sekitar 15 Ha yang tersebar dibebera desa antara lain desa Pongkeru, Desa Pasipasi dan desa Harapan Kecamatan Malili,” ujar Syahrul.

Kripik pisang tanduk kini menjadi salah satu produk unggulan Luwu Timur yang kini menembus pasar di beberapa daerah Sulawesi Selatan maupun luar Sulawesi Selatan. (*)

Check Also

Lezatnya Nasi Goreng Kambing Khas Ruang Tengah Cafe & Restaurant

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM — Nasi goreng bisa jadi pilihan asyik untuk makan siang. Tapi mungkin Anda …

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.