Home / HUKUM & KIRIMINAL / Forum Lintas Ormas Segel Pasar Segar Pengayoman

Forum Lintas Ormas Segel Pasar Segar Pengayoman

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.com — Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Lintas Ormas menyegel sebagian area Pasar Segar di Jalan Pengayoman Makassar, Rabu (25/7/2018).

Aksi penyegelan dan permintaan untuk menghentikan segala aktivitas di atas lahan tersebut dilakukan karena berdasarkan laporan warga (pihak ahli waris pemilik lahan) yang diperkuat dengan bukti dan dokumen kepemilikan lahan, PT Asindo selaku pengelola Pasar Segar dianggap telah melakukan penyerobotan terhadap lahan seluas kurang lebih 4.600 meter persegi yang saat ini di atasnya telah dibanguni puluhan lods tersebut.

baca juga : Perjuangkan Lahan Rakyat, Posko Menangkan Pancasila : Langkah Bupati Buol Harus Didukung

Pasalnya, berdasarkan data dokumen yang ada di kantor Kecamatan Panakkukang (Buku C atau Letter C) tercatat bahwa lahan dengan Kohir No. 246 C1 (Persil No.58 SII luas 0,49 – Persil No. 58 SII luas 0,50 Ha) tercatat dengan pemilik atas nama Pakkawa Bin Mandja.

Koordinator Forum Lintas Ormas, Muhammad Nadira yang mewakili pihak ahli waris mengatakan, hal tersebut dijelaskan secara terang benderang oleh Camat Panakkukang pada waktu itu, Muhtar Kasim, melalui surat dengan nomor 17/593/KP/VII/2004 tertanggal 15 Juli 2014. Hal itupun jelas bisa dilihat jelas dari riwayat tanah wajib bayar pajak IPEDA dengan nomor surat : S.246/WPJ.08/KI.1107/RT/1982 tertanggal Ujung Pandang 29 Maret 1982 yang ditandatangani oleh Soegijanto sebagai pejabat yang berwenang.

“Bagaimana mungkin kami membayar pajak mulai terdaftar pajak 1982 hingga kini, kemudian tanah kami diduduki dan dibanguni oleh pihak lain, dan terjadi pembiaran. Bagi kami ini kedzoliman,” kata Nadira.

Selain itu, kata dia, berdasarkan hasil investigasi yang telah dilakukan pihaknya, terdapat sejumlah kejanggalan yang menunjukkan adanya campur tangan mafia tanah dalam kasus ini.

“Pengajuan untuk dilakukan pengukuran dan penerbitan sertifikat oleh Asindo itu di Jalan Hertasning, tapi kenapa lahan yang diukur dan diterbitkan sertifikatnya di Kompleks Mira, Jalan Pengayoman, di Pasar Segar ini? Ini jelas ada maal administrasi. Kejanggalan ini tengah dalam pemeriksaan kepolisian, dan lurah maupun camat setempat mengaku dalam penyidikan bahwa mereka tidak pernah mengeluarkan izin apapun. Makanya kami meminta agar tidak ada aktivitas apapun diatas lahan ini sampai semuanya terang benderang dan proses hukum yang sedang berjalan selesai,” tegasnya.

Olehnya itu, lanjut Nadira, pihaknya mendesak Pemkot Makassar untuk segera menertibkan 78 bangunan lods di atas lahan tersebut yang dibangun tanpa IMB (izin mendirikan bangunan). Sebab jika tidak segera dilakukan penertiban/pembongkaran, maka hal ini akan menjadi preseden buruk bagi kewibawaaan Pemkot dan beserta regulasinya (Perda).

“Seluruh aktifitas di atas tanah kami (jual-beli/kontrak lods) yang dilakukan pihak Efendi Purnama Cs (PT Asindo) itu adalah ilegal, dan kami akan berjuang untuk menghentikan perampasan hak kami. Lurah Pandang juga sudah menyatakan bahwa tidak ada proses IMB untuk bangunan di atas lahan tersebut. Artinya, pihak yang membangun di atas lahan itu yang telah melanggar dan menginjak-injak aturan yang ada. Bagaimana pengawasannya? kenapa mereka bisa bebas membangun tanpa IMB? Instansi terkait harus segera mengambil tindakan tegas,” imbuhnya.

Nadira juga meminta kepada aparat penegak hukum dan pemerintah berlaku adil dalam menangani sengketa lahan tersebut tanpa berpihak kepada mafia tanah, serta mendesak aparat hukum dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar segera membentuk tim untuk menertibkan mafia tanah yang bersekutu dengan oknum pejabat BPN ataupun pihak lain.

“Apabila tuntutan kami ini tidak diperhatikan dan tidak ada tindakan di lapangan hingga hari Jumat (27/7), maka kami dengan kebulatan tekad akan bertindak tegas di atas tanah kami. Tidak akan ada lagi toleransi, dan kami akan ratakan bangunan di area ini. Kami yakin Pak Kapolda sebagai sosok yang sangat religius mampu menyelesaikan kasus ini,” ujarnya.

Setelah melakukan orasi dan menyegel sebagian area Pasar Segar, massa kemudian melanjutkan aksinya ke kantor PT Asindo di Jalan AP Pettarani Makasar untuk meminta penjelasan terkait kepemilikan dan perizinan lahan tersebut. Namun sayangnya, tidak ada satu orang pun dari pihak PT Asindo yang mau memberikan klarifikasi atapun penjelasan. (*)

 

Check Also

Pelaku Pembakaran Gereja Diringkus Aparat Polsek Panakukang

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM– Selasa, 21 Agustus 2018 Pukul 05.00 Wita, Gereja Toraja Jemaat Masale Jl. Adhyaksa …

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.