Home / LIFESTYLE-INFOTAINMENT / Mr.P Kamu Loyo, Gak Tahan Lama?, Ini Penyebabnya

Mr.P Kamu Loyo, Gak Tahan Lama?, Ini Penyebabnya

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM– Disfungsi ereksi adalah suatu keadaan berulang pada pria dimana pria tersebut tidak bisa ereksi/tidak bisa mempertahankan ereksinya dalam suatu hubungan seksual/sanggama.

Kebanyakan pria akan mengalaminya suatu saat dalam hidupnya, biasanya setelah usia 40 tahunan. Disfungsi ereksi sering menyebabkan masalah emosional, mengganggu hubungan suami-istri dan juga stress psikis dan rasa rendah diri. Seberapa sering sih terjadi ? Menurut National Institutes of Health 2002, kurang lebih 15 juta sampai 30 juta laki-laki di amerika mengalami disfungsi ereksi , dan menurut National Ambulatory Medical Care Survey (NAMCS)1999 , kurang lebih 22 dari 1000 laki-laki di amerika mengalami disfungsi ereksi .

Insiden terjadinya gangguan bervariasi dan meningkat seiringan dengan usia. Pada usia 40an, kurang lebih terdapat 5 % laki-laki dengan DE. Pada usia 65an , terdapat kurang lebih 15-25% . Apa penyebab disfungsi ereksi ini ? 70-80% disebabkan oleh gangguan organik / penyakit2 seperti diabetes, penyakit ginjal, penggunaan alkohol berlebihan, atherosclerosis, multiple sclerosis, keracunan logam berat, cedera saraf/tulang belakang dan juga penggunaan obat-obatan . Sedangkan sisanya kurang lebih 20 % disebabkan oleh gangguan psikis seperti stress, anxiety/gelisah dan depresi .

Bagaimana memastikannya ? Pada penderita disfungsi ereksi dengan sebab yang jelas ( seperti penderita diabetes , penyakit ginjal, ) dan pada pria berusia 60 tahunan, tidaklah sulit mendiagnosa disfungsi ereksi , dan tidak memerlukan pemeriksaan yang spesifik. Dokter akan melakukan pemeriksaan darah rutin, dan disertai dengan total testosteron dan prolaktin dalam darah. Namun bila penyebab belum jelas dan berusia masih dibawah 60 tahun, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan yang lebih spesifik, seperti pemeriksaan hormon, LH, FSH , Rigiscan testing, sampai pada pemeriksaan yang lebih invasif pada pembuluh darah ; seperti Doppler, angiography, specific x ray (cavernosometry dan cavernosometrics).Bagaimana penanganannya ?

Pemberian obat-obatan oral , seperti ;Viagra(Sildenafil) penghambat fosfodiesterase tipe 5, yohimbine, trazodone(Desyrel), dan methylated testosterone . Secara umum, Viagra adalah yang paling unggul dalam masalah disfungsi ereksi .Namun ada beberapa pantangan/kontraindikasi pada penggunaan Viagra , yaitu : – pada pengguna obat-obat golongan nitrat – hipersensitivitas – Penderita penyakit jantung – Penderita Retinitis pigmentosa

Pemberian obat-obat intraurethra (Muse)

Pemberian obat-obatan secara injeksi/ melalui suntikan langsung di penis .

External Vacuum Compression Devices Yaitu suatu alat dengan pompa yang digunakan pada penis untuk menarik darah ke dalam rongga penis, lalu kemudian di vacuum, sehingga menetap di situ , sampai waktu yang dibutuhkan.

Implantable Penile Prosthetic Devices Dengan pemasangan penis palsu/ sintetis. Hal ini adalah solusi terakhir untuk disfungsi ereksi, bila terapi lain diatas tidak dapat memberikan hasil optimal. Sumber: (tanyadok.com)

Check Also

ADA “Mafia Di Maros” NGAJAK GABUNG

MAROS, KORANMAKASSARNEWS.COM– “MAFIA Maros” dari namanya pasti banyak paradigma masyarakat yang menganggap Mafia adalah hal yang …

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.