Home / NEWS / Aliansi Mahasiswa Unismuh: Copot Kapolrestabes Makassar dan Kapolda Sulsel

Aliansi Mahasiswa Unismuh: Copot Kapolrestabes Makassar dan Kapolda Sulsel

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM– Aliansi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar demonstrasi didepan kampus Unismuh Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Selasa (31/7/2018) pada pukul 14.00 Wita.

Diketahui aksi Aliansi Mahasiswa Unismuh Makassar menuntut Kaportabes Makassar dan Kapolda Sulsel turun dari jabatan. Tuntutan itu dilatarbelakangi dari aksi, Sabtu (28/7/2018) yang mengakibatkan adanya 5 korban.

“Kami menolak dengan tegas kedatangan Jokowi kemarin pada Jalan Sehat. Tapi, saat itu terdapat beberapa teman dihajar tim Jatanras Kepolisian yang diluar dari kewenangan kepolisian menindak aksi demonstrasi. Mereka memukul, menginjak hingga beberapa teman terluka parah. Olehnya itu, kami menuntut Kapolrestabes Makassar dan Kapolda Sulsel turun dari Jabatan karena tidak mampu mengawal aparat atau memang ini arahan hingga menjadi kejam,” ungkap Jendral Lapangan Aksi Indra Jaya.

Selain itu, tuntutan tersebut tidak main-main. Lantaran terdapat sejumlah bukti diantaranya bukti video, dan gambar serta bukti fisik terkait tindak kekerasan aparat.

“Kami memiliki banyak bukti, ada bukti yang memperlihatkan kekejaman polisi dalam mengamankan mahasiswa. Padahal kita tahu, dalam aturan UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum (“UU 9/1998”). Jadi, pada prinsipnya, aparat yang bertugas mengamankan jalannya demonstrasi kemarin tidak memiliki kewenangan untuk memukul demonstran,” tegasnya.

Selain itu, Pemukulan yang dilakukan oleh aparat yang bertugas mengamankan jalannya demonstrasi adalah bentuk pelanggaran.

“Hal itu dapat kita lihat dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait dengan hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Terkait dengan hal tersebut, dapat dilaporkan ke Komnas HAM dan Kompolnas untuk ditelusuri apakah ada pelanggaran dalam pelaksanaan prosedur pengaman demonstrasi,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, ia juga berlandaskan Pasal 19 Undang-Undang No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan dituangkan dalam Pasal 10 Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No. 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip Dan Standar Hak Asasi Manusia Dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perkapolri 8/2009).

Olehnya itu, Asmin As selaku Koordinator Lapangan mengutuk keras tindakan represif aparat. Ia akan melakukan tindakan-tindakan hukum dalam menyelesaikan persoalan ini.

“Kami akan mengupayakan persoalan ini selesai. Insyaallah kami akan mengusung gerakan yang masif. Jangan sampai ini terus didiamkan. Setiap tindakan represif aparat malah diam begitu saja. Jika Kapolda Sulsel dan Kaporestabes tidak mengambil tindakan cepat kami akan buat Unismuh Makassar kembali membara,” tuturnya. (*)

Check Also

Mahasiswa KKN-PPM UNM Gelar Seminar Hasil di Barru

BARRU, KORANMAKASSARNEWS.COM– Usai melaksanakan Kuliah Kerja Nyata – Program Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Mahasiswa Universitas Negeri …

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.