Home / DAERAH / UMKM Naik Kelas, Maros Sejahtera 2021

UMKM Naik Kelas, Maros Sejahtera 2021

MAROS, KORANMAKASSARNEWS.COM– Menyambut HUT-RI ke-73, sebanyak 30 pelaku Usaha di Kabupaten Maros beramai-ramai mengikuti acara Gebyar Kemerdekaan di Pasar raya BSM yang dilaksanakan oleh Dinas Kopumdag Kabupaten Maros dari tanggal 8-12 Agustus 2018.

Sadar akan peranannya yang cukup besar dalam ekonomi pembangunan Kabupaten Maros, UMKM Kabupaten Maros kini terus berbenah diri, terus dikembangkan dengan semangat kekeluargaan.

Semangat kekeluargaan ini terlihat dalam acara Gebyar Kemedekaaan RI ke73 yang mulai digelar kemarin, dimana pihak Pemerintah, swasta, pelaku UMKM dan Pendamping/Fasilitator KUMKM membaur dan saling menguatkan.

Menurut H. Nurdin selaku Panitia Pelaksana mengatakan bahwa kegiatan ini terlaksana atas kontribusi pihak Usaha/UMKM dan juga ‘support dari pihak swasta, sehingga Pemerintah hanya meng-fasilitasi hingga terlaksananya kegiatan ini.

Moment Kemerdekaan RI memang sangat tepat dijadikan sarana dalam membangun kembali semangat kebersamaan melalui sikap saling isi mengisi, saling memperkuat antara usaha kecil dan besar. Dengan cara ini, pemerataan dalam wujud kemakmuran ekonomi yang sebesar-besarnya akan meng-sejahterahkan rakyat dan masyarakat di kabupaten Maros. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pemerintah dan masyarakat harus bekerjasama.

H. Nurdin yang juga selaku Kabid UKM Dinas Kopumdag Kabupaten Maros, menambahkan bahwa masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan, sedangkan pemerintah berkewajiban untuk mengarahkan, membimbing, melindungi serta menumbuhkan iklim usaha.

Eksistensi UMKM di Kabupaten Maros memang tidak ada alasan untuk mendapatkan perhatian bersama, mengingat sektor ini yang paling strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal ini harus dibarengi dengan pola kemitraan usaha yang professional dan mempunyai komitmen tinggi dalam pemberdayaan ekonomi umat.

Kepala Dinas Kopumdag Kabupaten Maros Frans Johan dalam sambutannya menyampaikam bahwa kegiatan ini perlu mendapat apresiasi untuk pengembangan UMKM dan UMKM “Naik Kelas”. Kegiatan ini namanya Gebyar, karena dirangkai dalam menyambut HUT-RI jadi bukan Gebyar UMKM sehingga peserta yang dihadirkan hanya perwakilan UMKM.

Acara Gebyar Kemerdekaan RI yang digelar hari ini,  harus dapat memanfaatkan menjadi bentuk silaturahmi antar sentra UMKM dan tak kalah pentingnya juga sebagai ajang tukar informasi terkait dengan kondisi masing-masing UMKM yang telah sukses menjadi binaan perusahaan swasta.

Bidang UMKM menjadi bidang yang unik dan banyak mewarnai kegiatan Dinas Kopumdag Kabupaten Maros, terbatasnya kemampuan aparat Pembina UMKM, terbatasnya alokasi anggaran untuk keperluan kegiatan pembinaan UMKM dan juga kegiatan Gebyar, menjadikan bidang UMKM lebih kreatif, yang awalnya tidak semua program kegiatan yang direncanakan dianggarkan, ternyata dapat terlaksana hari ini.

Baca juga : MPC Pemuda Pancasila Maros Bantu Warga Desa Bangun Jembatan

Permasalahan adanya sikap dan perilaku UMKM yang terkesan manja yang selalu mengharapkan bantuan pemerintah, melalui kegiatan partisipatif dan kemitraan dengan pihak swasta, dibantu para Pendamping UMKM, maka lambat laun karakteristik dan pola pikir pelaku UMKM ini akan berubah menjadi pesain UMKM di Pulau Jawa dan daerah lainnya di Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Maros telah melakukan berbagai upaya dalam membina pelaku UMKM, yaitu melalui kegiatan pelatihan, promosi, bantuan dana bergulir, bantuan sarana produksi, magang, studi banding, namun upaya pembinaan tersebut belum sepenuhnya dapat menjangkau serta mengatasi permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM selama ini, demikian Frans Johan menambahkan.

Upaya Pemberdayaan UMKM tentunya menjadi hal urgent yang perlu diselenggarakan secara menyeluruh, optimal dan berkesinambungan oleh pihak Pemerintah Daerah. Hal tersebut disampaikan A. Ervan Burhanuddin selaku Pendamping UMKM saat dikonfirmasi media, menegaskan bahwa Upaya Pemberdayaan UMKM yang akan mampu mendukung akselerasi usaha UMKM Naik Kelas, melalui pengembangan iklim yang kondusif, pemberian kesempatan berusaha, dukungan, perlindungan (protectioning) melalui regulasi dan pengembangan usaha yang seluas-luasnya.

Konsep Pemberdayaan ini yang akan menghasilkan peningkatan kedudukan, peran, dan potensi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kita yang dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan dan peningkatan pendapatan rakyat, penciptaan lapangan kerja sekaligus akan meng-sejahterahkan Kabupaten Maros di tahun 2021 mendatang.

Baca juga : Kader Pemuda Pancasila Maros Siap Silaturahmi Dengan Ketua PN Maros

Berbagai analisa dan diskusi Forum Pendamping UMKM, dikemukan bahwa Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah yang ada di kabupaten Maros mempunyai peranan yang sangat strategis, baik dalam pemerataan kesempatan berusaha, pemerataan penyebaran lokasi industri yang mendukung pembangunan, pemerataan kesempatan kerja, dan melihat posisi kabupaten Maros sebagai penyanggah ekonomi Kota Makassar sangat dimungkinkan UMKM Maros berkembang secara bertahap dan terukur, membentuk masyarakat industri kecil yang mandiri, tangguh, dan nantinya berkembang menjadi industri besar.

Permasalahan mendasar dan klasik untuk sektor industri UMKM di Kabupaten Maros adalah seringnya terhambat dengan keterbatasan modal, SDM yang masih kurang mampu, kesulitan untuk mendapatkan bahan baku, dan sulitnya pemasaran khusunya produk kerajinan. Oleh karena itu perlu adanya terobosan-terobosan dari pihak pemerintah melalui instansi teknis Dinas Kopumdag dan stakeholder lainnya serta peran Pendampin UMKM untuk melakukan pembinaan secara kontinyu dan berkelanjutan agar UMKM Kabupaten Maros tetap bertahan dan berkembang.  (*)

Check Also

Kasek SMAN 2 Rantepao Diduga Pungut Dana dari Siswa

TORAJA UTARA, KORANMAKASSARNEWS.COM– Satu lagi tindakan diduga dilakukan pihak sekolah terkait pungutan kepada peserta didik. …

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.