Home / DAERAH / Bupati Torut dan Korwas Sekolah Beda Pendapat Soal Mutasi Kasek SD

Bupati Torut dan Korwas Sekolah Beda Pendapat Soal Mutasi Kasek SD

TORAJA UTARA, KORANMAKASSARNEWS.COM– Masalah Mutasi Kasek SD Se-Toraja Utara yang dinilai kontroversial sejauh ini, terus menjadi polemik. Di tengah hiruk-pikuk soal tersebut, ada saja pihak berupaya mengambil kesempatan dalam kesempitan. Sementara Bupati Torut Kala’tiku Paembonan pada suatu kesempatan telah berjanji akan menata ulang mutasi kasek yang lalu.

“Kita akan tata ulang kembali kepala sekolah yang sudah dimutasi. Nanti kita akan tinjau kembali,” ujar Kala’tiku dihadapan awak media di Rujab Bupati Torut, di Tagari, belum lama ini.

Hanya saja, sejak janji itu dilontarkan, sampai sekarang belum ada realisasi. Rencana tata ulang ini ternyata kurang direspon Korwas Sekolah, YSS. Sang Korwas pada setiap kunjungan ke sekolah dikabarkan justru mendesak agar segera diadakan serahterima dari pejabat Kasek yang lama ke yang baru.

Pasalnya, seperti.dikutip dari beberapa kasek dan guru, sang Korwas telah berkonsultasi ke DPRD Torut. Konon, langkah Korwas ini mendapat sokongan dari Kadis Pendidikan, DT Rantetasak. Korwas dan Kadis Pendidikan konon telah berkonsultasi ke pihak dewan setempat.

Baca juga :Masyarakat Adat Ba’lele di Torut Tolak Batas Kelurahan Pasele-Rante Paku

Langkah keduanya ini dianggap sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap pimpinan. Mereka seharusnya tidak boleh melangkahi pimpinan berurusan dengan Dewan. Minimal pamit atau diketahui pimpinan.

“Kalau ini benar maka ini jelas menyalahi etika birokrasi. Mereka kan bawahan dari Sekda dan Bupati-Wabup. Apa mereka tidak tau itu, bahwa hirarkinya begitu. Kok langsung-langsung ke Dewan. Mereka harus diberi sanksi, minimal teguran dari pimpinan. Ini kalau semua staf atau bawahan begini, itu artinya sama saja tidak ada pimpinan. Semau-maunya,” tegas Thonny Panggua SH dari Kumpulan WASINDO (Pengawas Independen Indonesia) ketika dimintai tanggapannya, via ponsel, Sabtu siang ini (11/8/2018).

Thonny justru mempertanyakan alasan pemaksaan diadakannya serahterima. “Sementara mutasi lalu kan ada masalah. Ada dugaan pelanggaran terhadap aturan. Kenapa harus serahterima kalau masih bermasalah. Jangan-jangan ada udang dibalik batu,” timpalnya mengingatkan. (Tim)

Check Also

Kasek SMAN 2 Rantepao Diduga Pungut Dana dari Siswa

TORAJA UTARA, KORANMAKASSARNEWS.COM– Satu lagi tindakan diduga dilakukan pihak sekolah terkait pungutan kepada peserta didik. …

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.