Home / PERISTIWA / Refleksi 73 Tahun Kemerdekaan RI, LMND Harus Jadi Pelopor Gerakan Mahasiswa

Refleksi 73 Tahun Kemerdekaan RI, LMND Harus Jadi Pelopor Gerakan Mahasiswa

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.com — Memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-73, Eksekutltif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Sulawesi Selatan (EW-LMND Sulsel) Mengadakan Renungan Kebangsaan, Jum’at (17/8/2018).

Renungan yang mengusung tema Refleksi 73 Tahun Kemerdekaan Indonesia ini dihadiri oleh 40 perwakilan pengurus Eksekutif Komisariat LMND sekota Makassar dan pengurus PRD Sulawesi Selatan.

baca juga : Prakondisi Mayday dan Hardiknas, EK-LMND Makassar Serukan Hentikan Liberalisasi Pendidikan

Renungan yang diadakan di sekretariat Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Sulawesi diJalan pettarani 10 No. 12 Kota Makassar ini menghadirkan Pembicara kebangsaan yakni Sekretaris EW LMND Sulsel Abdul Gafur dan Rosnia HM sebagai ketua Front Persatuan Buruh Indonesia Kota Makassar dan dimoderatori oleh Hendrikus Nehat.

Renungan kebangsaan dimulai pada pukul 20.00 dan berakhir pada pukul 23.00 WITa, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan ditutup dengan lagu Darah Juang.

Dalam pemaparannya, Abdul Gafur mengatakan bahwa perayaan peringatan 73 kemerdekan Indonesia merdeka harus dimaknai sebagai ajang refleksi sekaligus evaluasi terhadap kemunduran gerakan mahasiswa sebagai kolompok yang menjadi pelopor dalam menyikapi persoalan kebangsaan seperti ketimpangan ekonomi yang diakibatkan oleh kebijakan neoliberalisme yang diterapkan oleh pemerintah di bawah kendali Joko Widodo-Jusuf Kalla.

“LMND harus tetap mempertahankan posisi sebagai pelopor gerakan mahasiswa,” tegas Gafur.

Abdul Gafur juga mengatakan bahwa sistem Neoliberalisme yang diterapkan oleh pemerintah harus di counter dengan kampanye dan sosialisasi tentang sistem ekonomi pancasila. Karena dengan ekonomi pancasila negara dapat keluar dari krisis ekonomi.

Seirama dengan Abdul Gafur, Rosnia HM juga mengatakan bahwa resesi ekonomi yang dialami oleh negara hari ini seperti pencabutan subsidi, jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, naiknya harga kebutuhan masyarakat, adalah akibat dari kebijakan neoliberal pemerintah.

Dia juga mengatakan bahwa renungan ini harus menjadi awal dari persatuan elemen buruh, mahasiswa, dan seluruh kelompok organisasi masyarakat untuk bersatu dalam mendorong ekonomi pancasila sebagai sebuah jalan keluar ditengah situasi bangsa yang carut marut.   (*)

Check Also

Maros Berduka, Kehilangan Figur Puang Bohang Sebagai Tokoh Pembangunan

MAROS, KORANMAKASSARNEWS.COM — Kota Maros baru saja menikmati keramaian malam Minggu, terutama dikawasan kuliner Kantor …

Loading...