Home / DAERAH / Kasek SMAN 2 Rantepao Diduga Pungut Dana dari Siswa

Kasek SMAN 2 Rantepao Diduga Pungut Dana dari Siswa

TORAJA UTARA, KORANMAKASSARNEWS.COM– Satu lagi tindakan diduga dilakukan pihak sekolah terkait pungutan kepada peserta didik. Indikasinya terjadi di SMA Negeri 2 Rantepao. Siswa baru dipunguti dana sumbangan yang konon sukarela namun dalam praktiknya ditentukan jumlah nominalnya.

Hal ini dikeluhkan orang tua siswa (i) seperti disampaikan kepada awak media, baru-baru ini. Dana sumbangan itu, menurut seorang dari orang tua siswa, diperuntukkan bagi keperluan operasional sekolah, sebab selama ini dana BOS tidak cukup untuk opesional.

Soal pungutan ini dibicarakan dalam pertemuan antara pihak sekolah dengan komite sekolah dengan dihadiri Kasek SMA Negeri 1 Toraja Utara, Drs. Yulius Lamma Bangke. Hasilnya, orang tua siswa diharapkan dapat merealisasikan sumbangan dimaksud.

Beberapa dari orang tua lalu menyumbang Rp. 500.000 per orang tapi sumbangannya ditolak karena tidak sesuai jumlah nominal yang diminta. “Katanya harus minimal Rp 1,2 juta baru bisa,” ujar sumber diantara orang tua siswa.

Sumber yang enggan disebut namanya ini lebih jauh mengatakan, dalam pertemuan itu, Kasek tersebut malah tegas menyatakan tidak akan takut sedikitpun jika dilaporkan.

Kasek, Yulius Lamma Bangke, saat dikonfirmasi via ponsel, Sabtu sore kemarin (18/8/2018), membantah jika pihaknya dianggap memungut dana dari siswa baru. “Iya kenapa pak, pernah ketemu kah pak atau bagaimana. Dari mana dapat nomor saya. Setahu saya tidak ada pungutan, artinya kita berbicara sebagai media atau sebagai apa.

Kalau berbicara sebagai media tidak bisa lewat telepon pak. Yang jelas tidak ada pungutan. Tidak ada yang 1,2, jadi saya tidak bisa menjelaskan. Pungutan jelas tidak ada pak. Lebih baik kita ketemu pak. Saya tidak bisa lewat telepon, nanti salah informasi. Harus ada data, ada bukti atau apa. Urusannya juga bukan kepala sekolah pak. Kan ada komite sekolah, sekolah hanya memfasilitasi,” kilahnya.

Baca juga : Bupati Torut dan Korwas Sekolah Beda Pendapat Soal Mutasi Kasek SD

Menanggapi ini, Ketua Yayasan Peduli Tondok Toraya Drs Rony Rumengan, meminta masalah kebenaran adanya pungutan berupa sumbangan itu diclearkan.

“Apalagi ada bantahan dari kepala sekolah bahwa tidak ada pungutan. Ini perlu dikonfrontir. Hanya saja perlu ditahu bahwa apapun misalnya seperti sumbangan itu juga pungutan walaupun sukarela. Yang membedakan adalah apakah pungutan itu punya landasan hukum. Kalau tidak punya legalitas berarti pungutan itu dianggap pungli. Kalau misalnya bukan pungli dan benar-benar sukarela harus dikaji apa memang relevan dan urgen pungutan itu sementara dana BOS kan ada,” jelas Rony ketika dimintai tanggapannya, via ponsel, Minggu pagi ini (19/8).

Jurnalis senior ini meminta sekolah tidak selalu membebani orang tua peserta didik. Pasalnya, kata dia, negara sudah memikirkan dan menganggarkan bugdet untuk pembangunan sektor pendidikan. “Masa penyelenggaraan belajar-mengajar, masyarakat yang mau biayai. Tutup saja sekolah itu bahwa negeri ini tidak mampu lagi sekolahkan rakyatnya. Karena orang tua siswa yang mau dibiayai, tutup saja sekolah itu apa boleh buat pailit sekolah itu,” timpalnya. (Tim)

Check Also

Amran Mahmud : Sufriadi Arif Sosok Tokoh Muda Yang Tak Diragukan Kualitasnya

BELAWA, KORANMAKASSARNEWS.com — Kemenangan Pammase pada perhelatan Pilkada serentak 27 Juni 2018 merupakan kemenangan masyarakat …

Loading...