Home / OPINI / Opini : Tantangan Ekonomi Kerakyatan Sulsel

Opini : Tantangan Ekonomi Kerakyatan Sulsel

Perspective Hari Koperasi ke 71 Tahun 2018
Oleh : Fajarsyah 

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM– Ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat, dimana basis – basis pendapatan masyarakat berada pada kegiatan usaha yang dilakukan oleh rakyat untuk memenuhi kebutuhan dasar dan menopang ekonomi keluarganya, pengelolaan terhadap sumber daya yang meliputi sektor pertanian, peternakan, kerajinan, pengolahan makanan, dan lain – lain yang dilakukan secara swadaya dan bersama – sama oleh masyarakat yang selanjutnya kita sebut sebagai Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

Terpaan krisis perekonomian tahun 1998, tahun 2008 dan terakhir terpaan krisis Turki yang membuat merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar, bukan hal yang mudah dilalui jika perekonomian Indonesia umumnya dan Provinsi Sulawesi Selatan khususnya tidak memiliki pondasi perekonomian yang baik yang ditopang oleh bertumbuhnya UMKM dan Koperasi.

Laju pertumbuhan perekonomian Sulawesi Selatan memperlihatkan trend peningkatan pertumbuhan yang baik, walaupun sedikit melambat kinerja perekonomian Sulsel tahun 2017 yang mencapai 7,23% dibandingkan tahun 2016 (7,42%) secara keseluruhan tahun 2017 perekonomian Provinsi Sulawesi Selatan menempati peringkat 2 dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional.

Prestasi pertumbuhan perekonomian tahun 2017 ini didorong oleh kinerja Lapangan Usaha Konstruksi; Perdagangan Besar dan Eceran; Transportasi dan Pergudangan; Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum; Informasi dan Komunikasi; Jasa Perusahaan; Administrasi Pemerintahan; Jasa Pendidikan dan Jasa Kesehatan.

Sementara dari diisi pengeluaran, perekonomian Sulsel ditopang oleh masih kuatnya konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah dan investasi. (Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Sulawesi Selatan feb.2018) dengan tingkat pertumbuhan 7.23% diatas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5.01 tidak terlepas dari bertumbuh kembangnya UMKM dan Koperasi.

Provinsi Sulawesi Selatan per Desember 2017 memiliki 916.232 unit UMKM dengan rincian Usaha Mikro : 797.081 unit, Usaha Kecil : 114.656 unit dan Usaha Menengah : 3.185 Unit sedang jumlah Koperasi tercatat sebanyak 8.845 Unit (sumber: Rapat koordinasi Data dan ODS System Prov. SULSEL).

Trend pemasaran UMKM yang bergeser dari konsumsi ritel konvensional menjadi belanja pada market place (ONLINE), yang masif dan mempunyai efek yang luar biasa pada beberapa kejadian dimana toko ritel dengan merk terkenal terpaksa menutup gerai untuk menghindari kerugian lebih lanjut, sangat meningkatnya potensi akses internet pada masyarakat kelas menengah, mayoritas pengguna internet di yang berusia 18-25 tahun, yaitu sebesar hampir setengah dari total jumlah pengguna internet di Indonesia (49%) dan Hampir 90% dari pengguna internet tersebut adalah aktivis dunia maya melalui media sosial.

UMKM dan Koperasi yang cepat beradaptasi dengan perubahan tersebut akan menjadi pioneer, Mereka yang telah siap dalam menghadapi trend konsumsi tersebut akan menjadi pelaku pasar yang sukses, dan UMKM dan Koperasi yang mampu menangkap peluang dari kejenuhan konsumen dengan proses konvensional, akan melihat bahwa target pangsa pasar baik Lokal maupun Nasional menjadi lebih luas dengan potensi yang masih sangat besar.

Sensitifitas pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan untuk Mendorong sistem pengelolaan Koperasi dan UMKM secara online, penerapan online transaksional, untuk mempermudah perilaku konsumen yang telah berubah dari sistem konvensional (manual transactional) menjadi E-Transactional.

Membangun sentralisasi sistem E-Transactional antar Koperasi se – Sulawesi Selatan dan menjalankan pengawasan yang baik pada sistem tersebut, peningkatan kualitas produk yang terkait pada kualitas bahan baku, kelayakan gizi, Pola pembiayaan, dan legalitas usaha Koperasi dan UMKM akan menjadi sebuah legacy dalam memasuki Era Millenial Koperasi dan UMKM di Sulawesi Selatan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang berperan vital pada pengembangan sektor ekonomi regional Sulawesi Selatan harus mampu : menjaga pembangunan Infrastruktur yang operasionalnya sesuai dengan target, membuat kebijakan – kebijakan yang mampu mengiliminir hambatan investasi, mencari peluang ekspor baru pada negara – negara yang belum pernah bermitra sebelumnya.

Mendorong produk – produk sumber daya daerah menjadi lebih bernilai tambah, menekan angka kemiskinan dengan pemberdayaan dan pembangunan ekonomi agrikultur menjadi Industri, mendorong munculnya hilirasasi industry baru dengan sumber daya yang ada, tetap mendorong peningkatan produksi komoditi unggulan, peningkatan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan dan pendampingan pembinaan pelaku pelaku ekonomi dengan tujuan pemenuhan kebutuhan, permintaan lokal maupun global.

Check Also

Liberalisasi di Sektor pendidikan adalah Bagian dari Liberalisasi Ekonomi, LMND : Kembali ke Pasal 33 UUD 1945

JAKARTA, KORANMAKASSARNEWS.com — Sesuai dengan amanah UUD 1945, bahwa Pendidikan adalah hak segala bangsa: mencerdaskan …

Loading...