Home / EKOBIS / Makna Pendamping Bagi Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)

Makna Pendamping Bagi Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)

MAROS, KORANMAKASSARNEWS.COM — Perbincangan ringan dan santai, demikian kesan yang dialami ibu Sri Astuti saat ditemui Pendamping UMKM di tempat usaha miliknya “Mustika Roti” yang ada di jalan Poros Maros-Makassar Km.25, Maros. Lokasi usaha yang strategis di jalan provinsi menjadikan usaha ini layak untuk berkembang.

Usaha Roti Maros (Roma) mungkin sudah tidak asing lagi bagi kalangan masyarakat di Sulawesi Selatan, terutama di kota Butta Salewangan” Maros, tingginya peminat Roma inilah menjadi yang menjadi motivasi Bu Tuti yang akrab disapa kala itu untuk ikut meramaikan bisnis kuliner ROMA di Kota Maros.

Dalam perkembangannya, usaha Roti Maros mulai mengalami penurunan minat, membuat Bu Tuti melakukan inovasi produk dengan memproduksi roti berbagai rasa tapi tetap mengusung ikon Roti Maros, dari berbagai ragam produk hingga pada desain pengemasan yang menarik. Menurut ibu Tuty, desain kemasan dan inovasi produk selalu menjadi advis para pendamping, hasilnya pun kini bisa kami rasakan, omzet awal hanya sekitar 5,4 juta per-bulan, saat ini sudah mencapai 40,2juta per-bulan. Produksi rata-rata berkisar 10-20 kilo per-hari.

Perhatian dan dukungan pemerintah daerah sudah dirasakan, terlebih lagi dengan adanya tenaga pendamping KUMKM di Kabupaten Maros. Saat ditemui di rumah produksinya, sabtu (1/9/18) Bu Tuty mengatakan bahwa usaha kami sangat butuh informasi dan mitra sehingga adanya pendamping sangat membantu kami.

Makna pendamping sangat dirasakan oleh ibu Tuty dan rekan UMKM yang lain karena sejak adanya kegiatan pendampingan, ada tempat curhat. Menurutnya, pendamping tidak hanya memberi solusi tapi mampu memotivasi kami untuk mencari solusi.

baca juga : Puluhan Pendamping UMKM Sulsel-Sulbar Ikuti Uji Kompetensi Berbasis SKKNI

Pendampingan bagi KUMKM memang sangat diperlukan agar terjadi keberlangsungan usaha UMKM. Saat ini, bicara UMKM bukan lagi pada Kuantitas tapi pada Kualitas. Hanya Kualitas UMKM yang akan mengsejahterahkan, demikian A. Ervan Burhanuddin,M.Si selaku Pendamping KUMKM.

Hal yang paling substansi dari kegiatan pendampingan adalah terjadinya Value Added (baca : nilai tambah) dari usaha mikro, kecil dan menengah. Nilai ini akan menjadi indikator berhasilnya suatu kegiatan pendampingan, sehingga memiliki dampak bagi perkembangan UMKM, ungkapnya.

Kehadiran pendamping yang ber-pengalaman bisnis dan pernah memiliki usaha juga sangat memudahkan kegiatan pendampingan. Dengan latar belakang pengalaman, maka yang terjadi rasa “berbagi” pengalaman, yang pada akhirnya muncul perasaan senasib, yang pada akhirnya berbagi solusi bersama. Interaksi antara Pendamping dengan para pelaku usaha akan menghantarkan ide dan bisnis menuju UMKM Naik Kelas. (Smn)

Check Also

Tonjolkan Wisata Daerah, Adira Finance Menggelar Festival Pesona Lokal

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.com—Adira Finance kembali mewujudkan komitmennya untuk memberikan kontribusi terbaik kepada bangsa seperti yang telah …

Loading...