Home / NEWS / Temui PBHI dan Walhi Sulsel, AMPSB Bahas Aktivitas Perusakan Lingkungan Sungai Bila Sidrap

Temui PBHI dan Walhi Sulsel, AMPSB Bahas Aktivitas Perusakan Lingkungan Sungai Bila Sidrap

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.com – Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Bila (AMPSB) Sidrap menggelar konsolidasi bersama Perhimpunan Bantuan Hukum dan Ham Indonesia (PBHI) Sulsel dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI). Di Warkop AJK, Jumat (14/9/2018).

Pertemuan tersebut membahas penegakan hukum perusakan lingkungan sungai Bila, Desa Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap.

Menurut, Ketua AMPSB Sidrap, Andi Tenri Sangka, penambangan di sepanjang sungai Bila, sudah merusak kebun milik warga, sebab, aktivitas penambangan tersebut tidak mengikuti prosedur. Banyak lahan yang terkikis, longsor dan jalan tani rusak akibat aktivitas penambangan.

“Kami datang dari Sidrap ke kota Daeng (Makassar), mencari keadilan, sebab, aktivitas penambangan di sidrap sudah memakan 5 (lima) korban tahun 2015. masyarakat desa Bila Riase, mengharap agar tambang tersebut ditutup, kalau tidak, kami sendiri yang akan tutup jalan,” ucapnya.

Didampingi Walhi dan PBHI, Ia mengaku telah melaporkan para penambang di sungai Bila ke Polda Sulsel.

Sementara itu, Abd. Kadir dari Walhi Sulsel mengatakan, Berdasarkan catatan Walhi Sulsel, aliran sungai Bila, mampu mengairi sawah warga seluas 7.488 Ha. Selain itu, sungai Bila merupakan sumber air bagi sekitar 16.500 warga, dan itu juga merupakan area ikan air tawar yang selalu ditangkap oleh masyarakat untuk makan sehari-hari.

Baca juga : Meski di Sidrap, Presiden Jokowi Akui Serasa Berada di Nederland

Saat ini kata Kadir, sungai Bila telah rusak akibat aktivitas tambang. Sungai yang dulunya menjadi sumber penghidupan masyarakat telah berubah menjadi kubangan yang tidak memiliki manfaat.

Ia menduga kuat, pemilik tambang tidak mematuhi sejumlah peraturan yang dibuat oleh pemerintah. Salah satu faktanya adalah, pemilik tambang tidak pernah melakukan konsultasi publik dengan masyarakat terkait dokumen lingkungan yang mereka miliki.

Walhi berharap, Kapolda Sulsel segera melakukan penegakan hukum lingkungan atas perusakan lingkungan di sungai Bila. Dan menindak terhadap 7 (tujuh)  pemilik tambang yang telah melakukan perusakan lingkungan lahan perkebunan masyarakat di sungai Bila.

Masalah ini juga, menjadi perhatian khusus oleh PBHI Sulsel, menurut Jon, pihaknya akan terus mendampingi masyarakat Bila Raise sampai ke rana hukum.

“Persoalan ini bukan hanya masyarakat menjadi korban, tapi juga lingkungan juga menjadi rusak. Ini sudah melanggar,” pungkas Jon. (Wisnu)

Check Also

Puluhan Mahasiswa Gelar Unjuk Rasa di Jalan A.P Pettarani

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM– Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) di Kota Makassar menggelar …

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.