Home / INSTITUSI / Berpotensi Tidak Netral, FoKal NGO Sulawesi Warning Timsel Calon Komisioner KPU Makassar

Berpotensi Tidak Netral, FoKal NGO Sulawesi Warning Timsel Calon Komisioner KPU Makassar

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM — Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKal) NGO Sulawesi dan Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar, Djusman AR, memberikan peringatan kepada tim seleski KPU untuk tidak meloloskan para calon Komisioner yang dinilai berpotensi tidak netral dalam Pemilu.

Peringatan tersebut, setelah melihat sejumlah calon Komisioner yang lolos pada tahapan awal, menurut, Djusman AR, diduga ada oknum yang pernah menjadi salah satu tim pemenangan pada Pilkada 2018 yang berakhir dengan Pilkada Kolom kosong.

“Kita warning Timsel, jangan kemudian coba – caba berapiliasi kepada calon komisioner atau salah satunya, meloloskan untuk hasrat atau tujuan kepentingan politik kelompok saja, kita ingatkan dan penting untuk didengarkan, ” kata Djusman AR, sabtu (6/10/18).

Diketahui, tidak hanya itu Pilkada Makassar 2018 selain tidak normalnya pesta demokrasi yang berujung dengan kemenangan kolom kosong, puluhan miliar uang rakyat juga habis digelontorkan tanpa melahirkan pemimpin.

Menurut Djusman AR, dari sekian nama yang dinyatakan lolos verifikasi awal, diantaranya diketahui ada beberapa orang yang pernah vocal untuk menciptakan Pilkada Kolom Kosong, bahkan tidak tanggung – tanggung membuat suasana politik Makassar menjadi panas.

“Cukup jadi pelajaran pilkada 2018, ketika penyelenggara tidak profesional dalam bekerja, nuangsa Pilkada 2018 kemarin nuangsa demokrasi yang tidak sehat, karena diduga ada oknum yang mendramatis Pilkada Makassar, bahkan terkesan berpihak, yang pada akhirnya Pilkada Makassar melahirkan Pilkada yang tidak sehat, ” ungkapnya.

Olehnya, FoKal NGO sulawesi/ Sulselbar meminta kepada tim seleksi KPU Makassar untuk profesional, bukan bermain mata, karena diantara para calon Komisioner tersebut ada rekam jejak digitalnya, dimana rekam itu sangat jelas bahwa ketika kelompok atau oknum tersebut diloloskan, kami memprediksi akan timbul ketimpangan lagi pada Pemilu baik Pilpres maupun Pileg nantinya.

baca juga : Mahasiswa Tolak Putusan Kelulusan Komisioner KPU Bantaeng

“Pansel wajib jujur dan lebih cermat serta selektif menelaah calon – calon tersebut. Ingat, buruknya komisioner nantinya juga menjadi pertanggungjawaban Pansel. Kita tidak menginginkan pansel nantinya adalah figur – figus titipan oleh oknum tertentu termasuk Parpol. Kita tidak ingin penyelenggara nantinya bermental banci dan pecundang, ” tegas Djusman AR.

Kemudian warning kedua bagi Timsel, jika dari sekian calon komisioner, jika ada rekam jejak negatif, baik yang incumbent maupun pendatang baru, agar dapat dipertimbangkan kelulusannya, bukan hanya melihat skilnya tapi lihat potensi ketidak netralannya yang dapat merusak marwah Demokrasi.

“Seleksinya harus ketat, dengarkan tanggapan publik, jangan diabaikan apalagi tutup mata dan telinga, tapi buka mata dan telinga dalam menyeleksi para calon, ini menyangkut masa depan Demokrasi di Kota Makassar, ” kunci Djusman AR. (*)

Check Also

Pangdam XIV Hasanuddin Beri Pengarahan Kepada Personel Brigif Para Raider-3/Kostrad

MAROS, KORANMAKASSARNEWS.COM — Teriakan yel-yel sambil menyanyikan lagu Hantu Rimba yang digemakan oleh ratusan personel …

Loading...