Home / OPINI / Resonansi F8 Makassar

Resonansi F8 Makassar

KORANMAKASSARNEWS.COM — Mulai 10 hingga 14 Oktober 2018 ini, Kota Makassar bakal tampil dengan warna lain. Metropolis ini akan menampilkan wajah lain terutama di sekitar kawasan Losari dengan pelaksanaan Makassar International Eight Festival atau F8. Seperti namanya, program ini adalah festival tahunan yang terdiri dari 8 ragam kegiatan, yaitu Fashion, Food & Fruit, Fusion Music, Fiction Writer, Folk, Flora & Fauna, Fine Art dan Film.

Sesuai target panitia akan ada 1,5 juta pendatang yang akan terlibat dan menjadi penikmat dari event yang digagas Walikota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto ini. Harus diakui, gagasan Danny Pomanto ini sangat menghibur warga Makassar dimanja dengan ragam kegiatan yang memanjakan mata, telinga dan lidah. Di tingkat nasional, festival ini juga mulai mampu menantang banyak festival populer lain yang sudah lebih duluan muncul. Bahkan, dibanding festival-festival lain, F8 lebih maju karena sudah menginternasional dengan pesertanya yang berasal dari belasan negara.

Dari sisi penyelenggaraan festival ini sudah mencapai klimaksnya. Dalam 2 tahun penyelenggaraannya festival ini menunjukkan tren menaik jika dilihat dari dari sisi keberagaman acara dan juga jumlah pengunjung. Festival ini sudah banyak dibicarakan dan menjadi agenda pariwisata nasional.

Namun, harus diakui resonansi dan impact festival belum begitu mencapai sasarannya. Impact lebih banyak diperoleh dalam masa penyelenggaraan dan setelah itu terkesan menguap. Nyaris tak ada jejak yang tertinggal pasca festival. Padahal, jika menilik 8 segmen acaranya sangat berpeluang untuk melahirkan resonansi dahsyat bagi Kota Makassar.

Fashion misalnya. Kegiatan hanya diisi lebih banyak kegiatan peragaan busana. Namun, sama sekali tak ada upaya untuk menindaklanjuti dengan lahirnya corak khas kain Makassar yang mendunia. Sama halnya dengan Flora dan Fauna. Pada segmen ini, flora dan fauna hanya digambarkan dalam bentuk pameran tumbuhan dan hewan langka. Tapi, upaya tindaklanjuti pasca festival seperti menjadikan Makassar kota yang hijau dengan hutan kota atau adanya kebun binatang di Makassar, sama sekali tidak ada. Hanya Film yang mungkin bisa dianggap menularkan resonansi yang bagus. Itu terlihat dengan makin banyaknya sineas baru Makassar dengan film bertema lokal yang sudah mampu menembus layar XXI.

Kita berharap resonansi dan impact jangka panjang lahir dalam F8 2018 kali ini. Hitung-hitung sebagai kado terakhir bagi Danny Pomanto yang dalam hitungan beberapa bulan ke depan akan mengakhiri tugasnya.

Nurmal Idrus
CEO Nurani Strategic

baca juga : Konsep Berbeda, Begini Keunikan Gelaran Makassar F8 2018

 

Check Also

Liberalisasi di Sektor pendidikan adalah Bagian dari Liberalisasi Ekonomi, LMND : Kembali ke Pasal 33 UUD 1945

JAKARTA, KORANMAKASSARNEWS.com — Sesuai dengan amanah UUD 1945, bahwa Pendidikan adalah hak segala bangsa: mencerdaskan …

Loading...