Home / OPINI / EN-LMND Serukan Aksi Serentak di 25 Kota/Kabupaten se Indonesia

EN-LMND Serukan Aksi Serentak di 25 Kota/Kabupaten se Indonesia

JAKARTA, KORANMAKASSARNEWS.com — Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) memandang kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini telah melenceng dari cita-cita kemerdekaan. Melencengnya cita-cita kemerdekaan ini ditunjukkan dengan haluan ekonomi Indonesia yang liberal dan kapitalistik serta orientasi pendidikan nasional yang mengarah pada keuntungan dan semakin liberalis.

Demikian diungkapkan Sekretaris Jenderal LMND, Muhammad Asrul dalam siaran persnya yang disampaikan kepada koranmakassarnews.com, Rabu (24/10/2018).

baca juga : Ketika Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Telah Melenceng, LMND : Ganti Haluan Ekonomi

“Kami mencatat fakta-fakta bahwa pendidikan Indonesia telah berada di bawah dikte pasar. Perjanjian multilateral di antara negara-negara anggota World Trade Organization (WTO) telah menetapkan pendidikan sebagai salah satu sektor industi tersier. Produknya berupa jasa pendidikan yang diperjualbelikan, dengan demikian pendidikan telah resmi menjadi komoditi ekonomi dan ditempatkan di bawah rezim pasar bebas,” bebernya.

Asrul melihat pendidikan menjadi salah satu di antara sekian sektor yang mungkin untuk ditanami modal swasta. Konsekuensinya adalah semakin besar penetrasi modal internasional ke dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia, mulai dari pendidikan dasar, menengah, dan tinggi serta non formal. Tentu karena tujuan investasi modal tersebut adalah untuk mendapatkan laba/keuntungan, maka institusi pendidikan akan berubah menjadi institusi bisnis, yang proses pengolaannya berorientasi pada keuntungan.

Menurut Asrul, momentum pemilu 2019 merupakan momentum tepat untuk menegakkan kembali apa yang menjadi cita-cita para pendiri republik, seperti yang tertuang dalam Priambul UUD 1945.

Oleh karena itu, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi menyerukan kepada para calon presiden/wakil presiden dan anggota legislatif agar mengganti Haluan Ekonomi Indonesia dari ekonomi liberal menjadi ekonomi yang berdasar pada Pasal 33 UUD 1945.

“Kongkritnya, harus serius mewujudkan kedaulatan pangan dan energi dengan menghentikan impor secara bertahap, melakukan reforma agraria secara lebih luas, dan melakukan inovasi untuk mendukung peningkatan produktivitas,” katanya.

Asrul menegaskan harus ada perubahan paradigma pendidikan nasional yang berorientasi profit/laba ke arah pendidikan yang memanusiakan manusia serta dapat diakses oleh seluruh rakyat Indonesia, yang diwujudkan dalam bentuk pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis.

“Kami sangat sadar, bahwa perjuangan untuk mengembalikan haluan ekonomi dan mewujudkan pendidikan gratis, Ilmiah Demokratis bukan perjuangan yang mudah  tetapi harus menjadi perjuangan bersama seluruh kekuatan demokratik serta  menjadi tuntutan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya.

Oleh karena itu atas nama LMND, Asrul menyerukan kepada seluruh  Gerakan Mahasiswa dan Gerakan Rakyat agar membangun Persatuan Nasional anti imperialisme untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

“Lakukan aksi-aksi massa serentak di 25 EK-LMND se-Indonesia yang bertajuk 2019 Ganti Haluan Ekonomi pada 25 Oktober 2018.  Wujudkan Pendidikan Gratis, Ilmiah, Demokratis, Menangkan Pancasila, guna mendesak untuk segera melakukan banting stir haluan ekonomi liberal menuju haluan ekonomi berlandaskan pada pasal 33 UUD 1945,” tutupnya tegas.

(junaid ramadhan)

Check Also

Liberalisasi di Sektor pendidikan adalah Bagian dari Liberalisasi Ekonomi, LMND : Kembali ke Pasal 33 UUD 1945

JAKARTA, KORANMAKASSARNEWS.com — Sesuai dengan amanah UUD 1945, bahwa Pendidikan adalah hak segala bangsa: mencerdaskan …

Loading...