Home / OPINI / Peringati 90 Tahun Sumpah Pemuda LMND Gelar Aksi Serentak di 30 Kabupaten Kota Se-Indonesia

Peringati 90 Tahun Sumpah Pemuda LMND Gelar Aksi Serentak di 30 Kabupaten Kota Se-Indonesia

JAKARTA, KORANMAKASSARNEWS.com — 90 Tahun Sumpah Pemuda : Bangun Persatuan Nasional Ganti Haluan Ekonomi Wujudkan Pendidikan Gratis, Ilmiah, Demokratis.

Demikian seruan yang disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN-LMND), Muhammad Asrul melaui siaran persnya, Minggu (28/10/2018), kepada koranmakassarnews.com terkait aksi serentak LMND di 30 kabupaten/ kota se-Indonesia dalam memperingati 90 tahun Hari Sumpah Pemuda pada Senin (29/10).

Lebih lanjut Asrul mengatakan, sejak tanggal 28 oktober 1928 lewat kongres Pemuda II seluruh perwakilan pemuda yang berasal dari daerah yang masih bersifat lokalisme menyuarakan serta mengikrarkan diri dan menyatukan dalam satu bangsa, bahasa dan tanah air satu yakni Indonesia.

baca juga : LMND Desak Ganti Haluan Ekonomi dan Wujudkan Pendidikan Gratis, Ilmiah dan Demokratis

Tekad dan ikhtiar kesatuan bangsa, kesatuan bahasa dan kesatuan tanah air ini menjadi awal kekuatan kaum muda untuk menyuarakan pentingnya sebuah perasatuan di tengah-tengah penindasan kolonialisme.

“Tanpa persatuan dan kemerdekaan sejati maka hal mustahil bisa melawan dan mengusir kolonialisme. Kekuatan kemerdekaan Indonesia dalam melawan penindasan kolonialisme adalah kekuatan persatuan. Semangat persatuan ini juga menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi kolonialisme, imperialisme dalam menjarah dan mengeksploitasi bangsa Indonesia,” katanya.

“Seiring dengan perkembangan situasi sosial, ekonomi, politik selam 90 tahun sejak sumpah pemuda di ikrarkan, mengalami sebuah penurunan semangat dan cita-cita. Penurunan semangat dan cita-cita ini tidak lepas dari peran kekuasaan yang berkuasa serta mengabaikan perjalanan history kebangsaan,” tambahnya.

Menurutnya, hal ini terjadi sejak orde baru berkuasa dan membuka kran investasi seluas-luasnya menjadikan pintu masuk bagi kekuatan imperialisme untuk menjarah dan mencaplok bangsa ini. Regulasi pro kapital dan investasi menjadikan bangsa ini menjadi pusat untuk penyediaan bahan baku, tenaga kerja serta pasar komoditas bagi negara-negara kapitalis.

Di lain sisi, Asrul melihat, pendidikan Indonesia telah berada di bawah dikte pasar. Perjanjian multilateral di antara negara-negara anggota World Trade Organization (WTO) telah menetapkan pendidikan sebagai salah satu sektor industi tersier. Produknya berupa jasa pendidikan yang  diperjualbelikan.

“Pendidikan dengan demikian telah resmi menjadi komoditi ekonomi dan ditempatkan di bawah rezim pasar bebas,” jelasnya.

Disamping itu. LMND berharap dalam momentum PEMILU 2019 merupakan momentum tepat untuk menegakkan kembali apa yang menjadi cita-cita para pendiri republik, seperti yang tertuang dalam Priambul UUD 1945.

Oleh karena itu, LMND melalui Sekjennya menyerukan kepada para calon presiden/wakil presiden dan anggota legislatif serta gerakan rakyat dan mahasiswa agar Haluan Ekonomi Indonesia harus diganti dari ekonomi liberal menjadi ekonomi yang berlandaskan pada Pasal 33 UUD 1945.

Selain itu harus ada perubahan paradigma pendidikan nasional yang berorientasi profit/laba kearah pendidikan yang memanusiakan manusia serta dapat diakses oleh seluruh rakyat Indonesia sehingga dapat mewujudkan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis.

Diakhir siaran persnya Asrul menyerukan kepada seluruh gerakan rakyat dan mahasiswa untuk menguatkan persatuan Nasional anti Imperialisme sebagai kekuatan sejati rakyat Indonesia.

(junaid ramadhan)

Check Also

Liberalisasi di Sektor pendidikan adalah Bagian dari Liberalisasi Ekonomi, LMND : Kembali ke Pasal 33 UUD 1945

JAKARTA, KORANMAKASSARNEWS.com — Sesuai dengan amanah UUD 1945, bahwa Pendidikan adalah hak segala bangsa: mencerdaskan …

Loading...