Home / POLITIK / Aneh, Hasil C1 TPS 6 Kelurahan Bontoduri Berbeda Dengan Hitung Cepat KPU Makassar

Aneh, Hasil C1 TPS 6 Kelurahan Bontoduri Berbeda Dengan Hitung Cepat KPU Makassar

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM — Sepertinya klaim kemenangan paslon tunggal Appi-Cicu akan didukung penuh oleh ketidaknetralan KPU Kota Makassar, hal tersebut dibuktikan dengan beberapa indikasi kecurangan dan keanehan penginputan data yang berbeda antara C1 dan hasil hitung cepat KPU Makassar, baik hasil suara dan bunyi kop judul surat.

Indikasi permainan KPU Makassar dalam memenangkan paslon tunggalnya terkuak sedikit demi sedikit, tim KoKo (Kolom Kosong) membuktikannya dengan hasil C1 TPS nomor 6 di kelurahan Bontoduri kecamatan Tamalate dimana perolehan suara Appi-Cicu sebanyak 94 suara sementara KoKo meraih 138 suara dan 7 suara batal dengan jumlah total suara sebanyak 239.

“Ini baru satu TPS di kelurahan Bontoduri yang dicurangi bagaimana mi kalau yang lain betul-betul ini kecurangan yang sangat massif dilakukan oleh KPU, sungguh aneh “, ungkap Iskar salah seorang warga Bontoduri yang sangat kecewa dan prihatin atas tindakan KPU Makassar.

Sementara hasil hitung cepat KPU Makassar melalui websitenya TPS 6 Kelurahan Bontoduri, paslon Appi-Cicu menang telak dengan 238 suara, sementara KoKo hanya 1 suara, dan suara batal tidak ada serta jumlah total suara sebanyak 239. Selain suara, yang berbeda juga dengan kop judul C1 dan hitung cepat KPU Makassar, C1 berjudul Catatan Hasil Rekapitulasi perolehan Suara di Tempat Pemungutan Suara Dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar Tahun 2018 sementara KPU berjudul Sertifikat Hasil Penghitungan Suara di Tempat Pemungutan Suara Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2018

Diketahui kecamatan Tamalate merupakan salah satu kecamatan yang memiliki jumlah DPT yang besar, sehingga dimungkinkan daerah ini rawan kecurangan jika tidak diantisipasi dan dikawal dengan baik.

baca juga : Indira : Mereka Tidak Kalah Tapi 53% Warga Makassar Tidak Setuju Dipimpin Appi-Cicu

“Kami menghimbau kepada seluruh warga kota Makassar, relawan dan tim KoKo agar bersama-sama mengawal suara rakyat karena suara rakyat adalah suara Tuhan olehnya itu jangan lengah selamatkan suara rakyat selamatkan demokrasi Makassar”, ujar Adi Rasyid Ali panglima Menara DIAmi saat melakukan patroli di kecamatan Panakukkang, jumat (29/6/18).

ARA akronim nama ketua DPC Demokrat Makassar ini menambahkan, “KPU Makassar jangan coba-coba mainkan suara rakyat, sekali lagi jangan main-main”. (*)

Check Also

Delegasi YPC dari 24 Kab dan Kota se-Sulsel Deklarasikan Pendidikan Politik

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM — 50 Delegasi Youth Political Club (YPC) 2019 Fraksi Muda Indonesia (FMI) mendeklarasikan …

Loading...