Home / INSTITUSI / Bertahun-Tahun Berjalan Kaki, Saat Ini Warga Bonto Mate’ne Sudah Bisa Berkendara

Bertahun-Tahun Berjalan Kaki, Saat Ini Warga Bonto Mate’ne Sudah Bisa Berkendara

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.com — Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak hanya memiliki tugas berjuang melalui perang atau bertempur dalam mempertahankan negara, kedaulatan bangsa juga dihadirkan melalui pemberdayaan masyarakat dan pembangunan di wilayah desa.

Peran TNI dalam memberdayakan masyarakat dalam pembangunan di wilayah desa yaitu melalui Operasi Bhakti yang dikenal dengan nama TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Mengenal TMMD tentunya kita harus reviuf kembali sejarah Orde Baru (ORBA) di zaman pemerintahan Presiden Soeharto dahulu dengan istilah Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) Masuk Desa (AMD) yaitu Tentara barsama masyarakat yang membangun infrastuktur pedesaan mulai membangun jalan, jembatan, perbaikan rumah, pengairan dan sebagainya.

Terlahirnya TMMD adalah sejarah awal bermula, ABRI Indonesia yang turut serta aktif membantu pembangunan, membantu segala hal yang berkaitan dengan pembangunan desa dalam rangka mengabdian kepada masyarakat, tepatnya pada tahun 1980 dan dikenal dengan giat ABRI Masuk Desa (AMD), pada era reformasi namanya berubah menjadi TMMD yang saat ini sedang dilaksanakan.

Kapendam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Maskun Nafik, SH mengatakan bahwa pelaksanaan TMMD yang melibatkan prajurit akan menunjukkan bagaimana kemampuan prajurit untuk berkomunikasi dengan rakyat, merasakan dinamika masyarakat dan memahami kebutuhan-kebutuhan rakyat serta memungkinkan untuk secara nyata membimbing, menggugah dan mendorong masyarakat untuk lebih giat melakukan partisipasi dalam pembangunan untuk kemajuan bangsa.

Lebih lanjut Kapendam menjelaskan bahwa “bakti TNI terhadap negara kembali ditunjukkan melalui program TMMD ke-106 dilaksanakan mulai tanggal 2 s.d. 31 Oktober 2019 tersebar di 50 Kabupaten/Kota di Wilayah Indonesia, salah satunya adalah di jajaran Kodam XIV/Hasanuddin dengan menyasar 4 Kabupaten, 5 Kecamatan dan 9 Desa/ Kelurahan tepatnya di wilayah Kodim 1421/Pangkep Korem 141/TP, Kodim 1423/Soppeng Korem 141/TP, Kodim 1418/Mamuju Korem 142/Tatag dan 1413/Buton Korem 143/HO”.

baca juga : Disambut Meriah Pemerintah dan Warga Pangkep saat Pangdam Hasanuddin Kunjungi Lokasi TMMD

Menurutnya Objek pada kegiatan TMMD yaitu ada dua Sasaran Fisik dan Nonfisik. “Sasaran Fisik yaitu kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan sarana dan prasarana yang menyentuh langsung peningkatan kesejahteraan masyarakat serta untuk mendukung kepentingan pertahanan, seperti 1) Pembangunan fasiltas umum meliputi pembukaan/ perbaikan jalan desa, pembuatan/perbaikan jembatan, saluran air/irigasi, rehab rumah tidak layak huni (RTLH) dan lain sebagainya. 2) Pembangunan fasilitas sosial meliputi perbaikan/ pembuatan tempat ibadah, sekolah, puskesmas, pasar, ruang serbaguna, tempat olahraga dan lain sebagainya dan 3) Sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat”, jelas Kapendam.

“Sedangkan Sasaran Non Fisik yaitu Pemberian penyuluhan/sosialisasi dan pembekalan berbagai materi yang dibutuhkan oleh masyarakat dengan pembicara dari Kementerian/LPNK dan dinas setempat antara lain: Penyuluhan Bela Negara, Penyuluhan Wawasan Kebangsaan, Penyuluhan/sosialisasi Pelayanan Kesehatan, Penyuluhan/sosialisasi Pertanian, Pendidikan, Hukum dan Kamtibmas, Narkoba, Keagamaan, KB Kesehatan, Perikanan/Peternakan, Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kegiatan PKK, Pelayanan Publik dan Kependudukan, Bahaya Teroris dan Paham Radikalisme dan Penyuluhan/ sosialisasi bidang lainnya yang dibutuhkan masyarakat” lanjutnya.

Mengenai sasaran unggulan di wilayah Kodam Hasanuddin, Kolonel Maskun menyampaikan bahwa semua sasaran menjadi unggulan karena sasaran tersebut dipilih, dengan tujuan untuk memperbaiki taraf hidup rakyat, namun salah satu yang dijelaskan adalah di wilayah Kodim 1421/Pangkep Korem 141/TP.

Kabupaten Pangkep adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kotanya adalah Pangkajene. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 12.362,73 km² dengan luas wilayah daratan 898,29 km² dan wilayah laut 11.464,44 km². Kabupaten Pangkep merupakan kabupaten yang struktur wilayah terdiri atas 2 bagian utama yang membentuk kabupaten yaitu Wilayah Daratan dan Kepulauan dengan memiliki 13 Kecamatan diantaranya Liukang Tangaya, Liukang Kalmas, Liukang Tupabbiring, Liukang Tupabbiring Utara, Pangkajene, Minasatene, Balocci, Tondong Tallasa, Bungoro, Labakkang, Ma’rang, Segeri dan Mandalle.

Objek yang menjadi sasaran TMMD ke-106 di Kabupaten Pangkep adalah tepatnya di Kelurahan Bonto Mate’ne Kecamatan Segeri. Pembangunan perintisan jalan baru sepanjang 396 meter, lebar 5 meter menjadi usaha nyata dan kepedulian TNI terhadap rakyat, mengingat sudah bertahun tahun ditunggu dan dinantikan oleh warga setempat.

Kolonel Maskun mengungkapkan, “di kawasan Bonto Mate’ne, 90% masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani, ketika hendak beraktivitas warga harus melewati pematang tambak atau sawah, pembangunan perintisan jalan menjadi penting untuk kemudian diharapkan mampu membantu mengatasi kesulitan rakyat, memperlancar roda perekonomian dan membuatnya tersenyum”, katanya.

“Sebelumnya warga hanya melewati jalan setapak empang yang tidak bisa dilewati kendaraan baik roda dua apalagi roda empat. Warga hanya memikul dengan cara manual hasil tambak dan ikan serta kebutuhan sehari-hari”, tambahnya.

Akan tetapi dalam proses pembangunan tersebut, Satgas TMMD bersama warga harus bekerja keras pasalnya pembangunan jalan ini dimulai dari 0 dari bentuk pematang diubah menjadi jalan, namun hal itu tidak membuat semangat Satgas TMMD dan warga menjadi surut, berkat semangat kerja dan niat untuk membantu kesulitan rakyat terbukti pada proses pembangunannya dapat diselesaikan tepat waktu dan dilaksanakan dengan lancar dan aman.

Kehadiran Satgas TMMD di Kelurahan Bonto Mate’ne dari pantauan tim koranmakassarnews.com, membawa suatu keberkahan buat pemerintah dan warga setempat, terlihat dari respek dari pemerintah setempat dan keantusiasan warga untuk turut berperan dalam menyelesaikan pembangunan di wilayahnya.

Lurah Bonto Mate’ne Hamka mengaku, program TMMD-106 di wilayahnya sangat membantu kesulitan warga. “Dengan adanya pembangunan jalan ini, membuat warga kami lepas dari kesulitan, pengangkutan produksi pertanian akan lebih muda, dapat memperlancar roda perekonomian, selain itu tentu nantinya akan membuat warga kami lebih giat untuk bertani”, pungkasnya.

“Saya sebagai Lurah disini juga tidak menyangka, ternyata kesulitan kami disini menjadi perhatian daripada Bapak-bapak TNI, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI, khususnya Kodim 1423/Pangkep dan Bapak Bupati, berkat ulah Bapak-Bapak bisa membuat kami tersenyum, sudah bertahun-tahun dinantikan oleh warga kami”, tambahnya.

Lurahpun menyampaikan bahwa selain sasaran fisik dari segi infrastruktur, namun juga Tim Satgas ini memberikan beberapa sosialisasi kepada warga yang dilakukan di wilayahnya seperti Bahaya Terorisme dan Isis, Pembinaan Mental, Kesehatan, Pertanian, Penanggu-langan Bencana dan Wawasan Kebangsaan, “selain sasaran fisik, sasaran non fisik berupa penyuluhan dan sosialisasi yang dilakukan sangat memberi arti, dapat memberikan pemahaman kepada warga kami, yang sebelumnya tidak tahu dan saat ini menjadi tahu”, tutupnya.

Senada dengan hal itu, salah satu Warga Abdul Rahim (42) mengatakan “Bangunan ini betul-betul mengatasi kesulitan rakyat, saat ini kami dibuat sudah lega, tersenyum dan manja, barang-barang bawaan sudah muda dibawa, bisa langsung ke depan pintu rumah dengan berkendara”, ungkapnya.

“Dalam pengerjaannyapun warga sambut dengan sangat antusias setiap hari selalu bergiliran membantu dan bergotong royong, mulai dari 0 sampai pengerjaan 100 %, Tim Satgas bersama kami membaur menyelesaikannya tanpa ada rasa sekat diantara kami, TNI memang milik rakyat”, tambahnya dengan terharu.

“Terima Kasih banyak Pak TNI, telah membantu kami disini, bertahun tahun kami berjalan kaki, Alhamdulillah sekarang kita sudah bisa berkendara, kami sangat senang, semoga Pak TNI selalu tetap dekat dengan kita disini, juga dapat terus sukses mengawal Indonesia lebih maju, Hidup TNI”, tutup Rahim.

Pemerintah setempat bersama warga berharap, TMMD ini bisa terus dilaksanakan dan dikerjasamakan dengan Pemerintah Kabupaten Pangkep dalam rangka mengatasi kesulitan rakyat dan meningkatkan perkonomian di pedesaan serta mewujudkan akselerasi proses pembangunan yang merata untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat daerah terpencil, pelosok maupun tertinggal. (junaid)

Check Also

Antisipasi kemacetan, Ini Dilakukan Personil Satlantas Polres Parepare

PAREPARE, KORANMAKASSARNEWS.COM — Personil Satlantas Polres Parepare, melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah perapatan yang …

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.