Home / PERISTIWA / Celebes Law And Transparency Kembali Datangi Kejati Sulsel

Celebes Law And Transparency Kembali Datangi Kejati Sulsel

KORANMAKASSARNEWS.COM — Aksi Celebes Law And Transparency (CLAT) kembali mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan terkait keseriusan dalam mengungkapkan dugaan korupsi yang tak kunjung menemukan titik terang, Rabu (29/7).

Kedatangan organisasi penggiat anti korupsi tersebut kembali mempertanyakan sejauh mana proses penanganan perkara dugaan korupsi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kabupaten Selayar, Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Takalar.

Selain itu, CLAT juga mempertanyakan terkait dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Enrekang, Korupsi Politani Pangkep,  Korupsi Perusda Kota Palopo, korupsi Pajak atas Penggunaan Bahan Bakar Kendaraan /Bermotor (PBBKB) dan korupsi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar.

Yang menarik, CLAT kembali membawa bukti pendukung dan secara resmi di daftarkan ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk membantu proses penyelidikan pada kasus dugaan korupsi 5 pakat proyek politani Pangkep dan PDAM Kota Makassar.

Di sela aksi demonstrasi terlihat rombongan kendaraan Kepala Kejati Sulawesi Selatan hendak memasuki kantor, sempat terhalang oleh massa aksi selama beberapa menit tetapi dapat melintas dan berlangsung damai.

Muh irvan sabang selaku ketua umum CLAT menyatakan bahwa aksi yang dilakukan ini adalah merupakan bentuk pemberian moral support terhadap penegak hukum.

“Dalam hal ini, Kejati Sulsel bagaimana cara harus menuntaskan sejumlah kasus dugaan korupsi yang ditanganinya, kami sudah melakukan aksi unjuk rasa sebanyak 4 kali dengan isu yang sama, namun sangat kami sayangkan pihak kejati tidak mampu memberikan jawaban yang rasional terkait apa yang menjadi tuntutan teman-teman CLAT,” ujar Muh Irvan, Rabu (29/7).

baca juga : AMP Sulsel Desak Kajati Usut Tuntas Kasus PDAM Makassar

Irvan melanjutkan bahwa setiap kali CLAT ditemui oleh pihak Kejati Sulsel dengan jaksa yang berbeda jawaban yang dilontarkan selalu berbeda.

“Terkait progres penanganan kasusnya, kami menduga bahwa di internal Kejati Sulsel  tidak ada kordinasi yang baik sesama jaksa,” tutup Irvan. (*)

Check Also

Koalisi Aktivis Makassar Sambangi Kantor Polda Sulsel

KORANMAKASSARNEWS.COM — Puluhan Mahasiswa unjukrasa di depan kantor Polda Sulsel Jl. Perintis Kemerdekaan Km 16, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.