Home / OPINI / Di Serang Berita Negatif, Caleg Bantaeng Ini Menempuh jalur Hukum

Di Serang Berita Negatif, Caleg Bantaeng Ini Menempuh jalur Hukum

BANTAENG, KORANMAKASSARNEWS.com — Kabar negatif pada portal berita online Detik Kasus yang ditujukan kepada salah satu calon legislatif muda Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Bantaeng ternyata mengandung unsur Berita Bohong.

Berita tersebut dibagikan oleh pemilik akun sosial media Facebook dengan nama Udin Borkal. Dalam postingan akunnya, ia menyertakan link berita yang berisi kekecewaannya terhadap Dhimas Darmadi selama menjadi tim.

Saat ditemui, Dhimas mengklarifikasi bahwa hal itu adalah fitnah.

“Itu Fitnah yang keji, Udin itu mantan tim saya. Dia dikeluarkan karena dinilai kinerjanya jauh dari yang saya harapkan apalagi tim lainnya masih eksis bersama kita dan terlalu banyak permintaan yang tidak masuk akal,” tanggap Dhimas saat ditemui di kediamannya, Jumat (15/3/2019).

baca juga : Harianto Oghie Caleg DPR dari PKB Berpotensi Menang di Dapil Sulsel 3

Menurut Dhimas, ia pernah diminta untuk diberi telepon genggam untuk operasional tim dan dipenuhi. Namun setelah ditelusuri oleh tim, 2 unit telepon genggam itu tidak pernah diberikan kepada tim di bawahnya sesuai amanah yang diberikan.

Mengenai gaji 25 tim Dhimas mengaku tidak pernah mengatakan hal tersebut.

“Saya sama sekali tidak pernah menjanjikan sejak terbentuknya Tim pemenangan di kampung Allu pada tanggal Juni 2019,” ujar Dhimas.

Menurutnya Udin adalah eks Timnya yang kecewa karena permintaannya yang terkesan berlebihan tidak dipenuhi.

“Dia itu kecewa karena permintaannya banyak sekali, dan saya tidak bisa penuhi semua. Karena bukan cuma dia tim saya di sini. Saya punya Visi jika visi tidak sama yah kita lepas,” lanjutnya.

Terkait dengan siaran berita yang mengabarkan hal tersebut, telah diberikan klarifikasi dan akan melaporkannya ke dewan Pers Nasional. Taufiq, tim media dan hukum Dhimas Darmadi mengatakan, berita yang menyiarkan itu tidak bekerja profesional.

“Media yang menyiarkan itu tidak profesional, berita yang dia beritakan tidak berimbang dan tidak melalui proses uji kebenaran. Dan parahnya lagi, penulis berita adalah udin sendiri. Ya, Dia mewawancarai dirinya sendiri,” ujarnya.

Taufiq mengungkapkan dia telah menghubungi redaktur Detik Kasus dan terungkap bahwa kontributor Detik Kasus untuk bantaeng adalah Haeruddin alias Udin.

“Masa dia yang diwawancara, dia yang mewawancarai, dia yang menulis berita, dia juga yang memposting. Ini pelanggaran etika pers berat, ” tegasnya.

Menurutnya, ia akan melaporkan media detikkasus.com ke Dewan Pers. Selain melaporkan media yang memberitakan, Tim juga akan membawa kasus ini ke rana Hukum.

“Ini adalah pencemaran nama baik, kami sudah melaporkannya ke Polres Bantaeng dan sudah di proses,” lanjutnya. (rilis)

Check Also

Refleksi Menyambut HUT Kemerdekaan

Oleh : Agus Jabo Priyono, Ketua Umum KPP PRD JAKARTA, KORANMAKASSARNEWS.com — Proklamasi 17 Agustus …

Loading...