Home / PERISTIWA / GMPK Sulsel Soroti Dugaan Pungli Penerbitan dan Perpanjangan SIM di Polrestabes Makassar

GMPK Sulsel Soroti Dugaan Pungli Penerbitan dan Perpanjangan SIM di Polrestabes Makassar

KORANMAKASSARNEWS.COM — Kasus dugaan praktik pungli pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satuan Lantas Polrestabes Makassar masih menjadi sorotan. Lantaran biaya penerbitan SIM C baru yang dinilai melebihi dari peraturan yang telah dibuat.

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) harganya mencapai Rp 100 ribu dan biaya perpanjangan sebesar Rp 75 ribu.

Namun, dari pengakuan beberapa masyarakat Makassar, warga membayar Rp 300 ribu hingga Rp 350 ribu. Enaknya, pemohon SIM tidak perlu lagi mengikuti ujian teori dan praktik. Mereka hanya menyetor berkas, berfoto, lalu mendapatkan SIM yang diinginkan.

Gerakan Mahasiswa Pejuang Kerakyatan (GMPK) Sulsel, akhirnya angkat bicara. Jendral Lapangan, Jumardi mengatakan, tarif penerbitan dan perpanjangan SIM sudah sangat jelas.

“Kalau ada pembayaran yang tidak sesuai dengan aturan, itu termasuk pungli,” ujarnya, Senin (16/11/2020).

Sementara Koordinator Mimbar, Ridwan mengatakan, jika ini dibiarkan berlarut larut kami akan mendesak agar Kapolrestabes Makassar segera mencopot Kasatlantas Polrestabes Makassar karena tidak mampu mewujudkan institusi pelayanan masyarakat yang bebas pungli.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat, kalau mendapati praktik-praktik demikian supaya berani melaporkan,” tambahnya.

baca juga : Aktivis Perempuan Nilai Masih Marak Pungli Ditubuh Satlantas Lintas Kabupaten

Sebelumnya, dua orang warga, Al dan Arman mengaku ingin mengurus SIM tetapi sesampainya di lokasi keduanya dihampiri oleh calo yang menyampaikan terkait pembuatan SIM, untuk membuat SIM bisa di dalam membayar normal dengan mengikuti keseluruhan tes yang ada.

Mirisnya calo tersebut bekerja sama dengan salah seorang oknum pelayanan pembuatan sim. Seharusnya dalam lingkup kantor pelayanan masyarakat bebas dari calo.

Ditambah beberapa warga yang mengurus SIM di Lingkup Sat Lantas Polrestabes Makasar ada yang hanya kurang lebih satu jam tanpa tes teori dan praktik, bahkan tanpa perlu mengurus surat keterangan sehat.

“Ini baru aksi prakondisi, selanjutnya kami akan melakukan aksi besar besaran di Polda Sulsel untuk Meminta Bid Propam memeriksa segera Kasatlantas Polrestabes Makassar dan mendesak Tim Saber Pungli menjalankan tugasnya untuk memantau dan mengambil tindakan,” ujar Jenderal Lapangan, Ridwan. (*)

Check Also

Desak Bupati Jeneponto, SPMP Ingin Direktur RSUD Lanto Daeng Pasewang Dicopot

Jeneponto, KORANMAKASSARNEWS.COM – Kasus yang terjadi di RSUD Lanto Daeng Pasewang yang diduga kuat telah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.