Home / OPINI / Irama Circadian Fenomena Penyebab Kematian KPPS 2019

Irama Circadian Fenomena Penyebab Kematian KPPS 2019

KORANMAKASSARNEWS.COM — Berita tentang kematian lebih dari 400 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di seluruh Indonesia terus berlanjut. Semua berbicara bak bola liar tanpa arah, kalimat-kalimat ambigu, bisa membuat situasi terus memanas. Mulai ketidaksetujuan akibat kelelahan hingga racun terus meruak diawal bulan yang penuh berkah ini. Jika dilihat dari total anggota ujung tombak pemilu kali ini berkisar 7.385.500 orang dan yang berakhir sebagai pahlawan bangsa berkisar 500 orang. Jadi sekitar dibawah 1% yang berakhir dengan kesedihan. Banyak polemik yang muncul berkisar keadaan ini, mulai alasan alamiah hingga asumsi ada sebuah tindakan kriminal dibalik ini semua. Sebuah terminology yang tidak familiar ditelinga kita, baik itu dikalangan awam, maupun di level medis, yang disebut CIRCADIAN rhythm, kecuali dikalangan ahli jantung dan pembuluh darah. Kata ini berasal dari Bahasa Latin;circa artinya sekeliling, dan dies artinya satu hari.

Irama Circadian merupakan mekanisme sirkulasi dalam satu hari dalam mempertahankan hidup dengan cara memberikan respon terhadap datangnya cahaya dan mengambil energinya atau untuk menghindari radiasi ultravioletnya yang merusak. Irama hidup setiap harinya merupakan dasar molekuler untuk irama Circadian mulai dari organisme primitive hingga makhluk hidup kompleks seperti manusia. Irama ini sangat penting untuk aktivitas harian dan mempertahankan tubuh dapat berjalan secara alamiah dan optimal. Pergeseran jam kerja seperti yang terjadi pada anggota KPPS melewati zona rutinyang biasa dikerjakan setiap harinya atau perjalanan melewati beberapa zona waktu, yang akan mengakibatkan tubuh tidak dapat beradaptasi secara cepat, sehingga berujung pada terganggunya irama Circadian. Mereka masih dalam kondisi aktif dimana seharusnya jam biologisnya mempersiapkan tubuh untuk menurunkan aktivitas, tidur, dan beristirahat. Tuhan telah mengajarkan tentang irama ini sejak awal, sebelum istilah ini ada,

Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karuniaNya). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaanNya) bagi orang-orang yang mendengar.

Perubahan variasi Circadian pada mereka yang tidak biasa bekerja dalam waktu irama Circadianya akan menyebabkan terganggunya; tekanan darah, system reproduksi, saluran pencernaan dan hormonal. Kondisi ini telah dibuktikan mempunyai hubungan dengan kejadian-kejadian kardiovaskuler termasuk serangan jantungdan stroke. Tekanan darah mengikuti suatu pola yang sangat berulang dan sesuai kebiasaan. Begitu kebiasaan berubah, maka akan berpengaruh terhadap irama Circadian. Sebuah contoh kejadian serangan jantung, faktor-faktor yang memicu rendahnya ambang batas iskemia ditemukan pada pagi hari, salah satu faktor yang turut menunjukkan pola Circadian adalah hormon kortisol dan Adrenocorticotropic Hormone (ACTH). Kecepatan sekresi  ACTH, dan Kortisol menjadi tinggi pada dini hari tetapi menjadi rendah pada sore hingga malam hari. Kadar kortisol plasma berada pada kadar tinggi sekitar 20µg/dl pada satu jam sebelum bangun pagi dan mejadi rendah pada kadar sekitar 5µg/dl sekitar tengah malam.

Efek ini terjadi akibat perubahan siklus 24 jam pada sinyal dari hipothalamus yang ada dikepala menyebabkan keluarnya kortisol. Ketika seseorang mengubah kebiasaan tidur hariannya, siklus ini turut berubah. Jam circadian mempunyai peranan penting pada proses sinyal dan fungsi sel-sel pembuluh darah, termasuk fungsi endotel, tekanan darah, dan hemostasis (fisiologis normal).Perubahan biologis ini menyebabkan kesehatan akan menurun dengan cepat dan disertai ambang stress yang rendah walau tanpa dipicu stress dari luar. Artinya,stres akan mudah terpicu ketika tubuh sedang melawan alamiahnya kondisi biologis (melawan ritme Circadian)

Beberapa profesi seperti dokter jaga, petugas keamanan yang harus bertentangan dengan siklus Circadian ini, maka akan terjadi timbulnya kebalikan irama circadian yang cepat dan lengkap selama sesi pertama saat tugas jaga malam. Mereka bekerja dalam working sift (tidak lebih dari 8 jam), proses yang berlangsung secara bertahap dan berulang kali, sehingga tubuh mampu untuk beradaptasi dengan baik. Bagi mereka dengan kondisi tidak terbiasa, dan usia yang sudah tua akan berdampak buruk dalam waktu singkat. Akibat dari pergeseran pada jadwal kerja ini, puncak tekanan darah pada pekerja malam terjadi pada sekitar jam 22.00-23.00, dan bukan pada periode dini hari seperti pada orang normal pada umumnya. Menteri Kesehatan RI menjelaskan populasi tertinggi yang meninggal pada usia 50 s/d 70 tahun dengan penyebab kematianya adalah serangan jantung, stroke, infeksi dan infeksi otak.

Setiap pihak sudah seharusnya memberikan keteduhan dalam menyikapi sesuatu yang masih belum jelas. Mungkin bahasa awam adalah kecapean agar bisa dapat dicerna setiap kalangan. Banyak penelitian-penelitian yang menjelaskan dampak buruk dari overworking. Kerja yang berlebihan menjadi sebuah trigger (pemicu) dari penyebab kematian seperti; henti jantung, infeksi, muntah darah, dan apapun bentuk klinis yang digambarkan setiap individu atau pun tim medis dilapangan. Beberapa penelitian menyarankan beberapa cara untuk mencegah hal ini, antara lain; membuat jadwal rotasi (pagi, sore, dan malam) 8 jam maksimal per hari, kontrol pola makan yang teratur, transportasi yang memadai, fasilitas rekreasi dan pelayanan kesehatan. Kondisi fisik juga menjadi perhatiannya itu pola tidur yang benar dan asupan gizi yang cukup.

Pemerintah sudah seharusnya melakukan evalusi beban kerja dan screening terhadap anggota peserta KPPS sebelum mengemban tugas bukan hanya pemeriksaan secara klinis saja, namun dibutuhkan pemeriksaan penunjang, seperti rekam irama jantung (EKG), dan laboratorium, agar kejadian ini tidak terulang kembali. Berpikir positif adalah awal dari sebuah syarat agar hubungan bernegara menjadi harmonis dan dapat bisa menyelesaikan semua masalah yang sedang dan yang akan kita hadapi kedepannya bersama

Penulis : Budiansyah – penulis buku Ask the Master UKDI

Check Also

23 tahun PRD, Berjuang untuk Persatuan dan Keadilan Sosial

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.com — 22 Juli 2019, PRD akan memperingati hari lahirnya yang ke 23 tahun. …

Loading...