Home / DAERAH / Kemenkes Sosialisasikan Pedoman dan Pengendalian Covid-19 Revisi Ke-5 di Kabupaten Selayar

Kemenkes Sosialisasikan Pedoman dan Pengendalian Covid-19 Revisi Ke-5 di Kabupaten Selayar

SELAYAR, KORANMAKASSARNEWS.COM — Dalam rangka menindaklanjuti dan menjalankan arahan Presiden RI, Joko Widodo, tentang penurunan angka kasus baru, penurunan angka kematian, dan peningkatan angka kesembuhan, Menteri Kesehatan menugaskan Tim Taskforce Kementerian Kesehatan yang dipimpin oleh Staf Ahli Bidang Desentralisasi Kesehatan Kementerian Kesehatan, dr. Pattiselanno Roberth Johan, MARS, untuk kembali mengunjungi Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), yaitu tepatnya mengunjungi Kabupaten Kepulauan Selayar untuk melakukan sinkronisasi dan kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, pada Kamis kemarin, 30 September 2020.

Kehadiran Tim Taskforce Sulsel ke Kabupaten Kepulauan Selayar disambut oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Selayar, dr. H. Husaini M.Kes dan Direktur Utama RSUD K.H. Hayyung Selayar, dr. Hazairin Nur, Sp.B.

Pada kesempatan itu, dr. Pattiselanno berkunjung ke RSUD K.H. Hayyung Selayar untuk melakukan pertemuan dan melihat kesiapan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien Covid-19. Dalam pertemuan, ia menjelaskan terkait penerapan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid 19 Revisi Ke-5 dengan poin – poin penting untuk memenuhi ketiga arahan Presiden tersebut.

“Tiga hal ini dikaitkan dengan penerapan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid 19 Revisi Ke-5 dengan poin – poin penting didalamnya dapat memenuhi arahan Presiden tadi,” jelas Staf Ahli Bidang Desentralisasi Kesehatan Kementerian Kesehatan, dr. Pattiselanno Roberth Johan, MARS.

Dr Pattiselanno juga memaparkan bahwa di dalam Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid 19 Revisi Ke-5 terdapat hal-hal baru yang harus diketahui dan dicermati. Yaitu terkait pemeriksaan atau screening Covid-19 agar dapat dilakukan tepat sasaran. Saat ini, pasien positif Covid-19 tanpa gejala sudah tidak diwajibkan lagi untuk menjalani pemeriksaan tes Covid-19.

“Di revisi 5 ini, ada hal-hal yang perlu dicermati dan perlu ditindaklanjuti. Misalnya terkait dengan pemeriksaan atau screeningnya yang tepat sasaran. Kita tidak dilakukan secara massal, tetapi hanya orang – orang yang merupakan bergejala itu yang dilakukan pemeriksaan. Kemudian kontak dekatnya juga tidak semuanya dilakukan pemeriksaan. Kalau kita baca revisi 5 itu, hanya mereka yang bergejala dari kontak dekat yang kita bisa lakukan pemeriksaan,” jelasnya.

baca juga : KM Bunga Batari Tour di 4 Kecamatan Sosialisasikan Pilbup Selayar

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam tahapan pelacakan kontak erat atau tracing juga tidak perlu dilakukan pemeriksaan secara massal jika tidak ada gejala Covid-19 yang dialami atau dirasakan. Bila timbul gejala ringan, bisa melakukan karantina atau melakukan isolasi mandiri di rumah dengan mengubah pola hidup yang lebih bersih dan sehat (PHBS) serta disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Mereka yang menjalani isolasi dapat dilakukan dalam waktu 10 hari plus 3 hari tanpa gejala dan selama isolasi itu tidak menunjukan adanya gejala maka dapat dianggap atau dinyatakan telah sembuh. Namun jika merasakan gejala sedang dan berat dapat langsung mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit.

Check Also

Brimob Parepare Batalyon B Pelopor di Berangkatkan, Untuk Amankan Pilkada Kabupaten Toraja

PAREPARE, KORANMAKASSARNEWS.COM — Sebanyak 1 SSK personel Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan, …