Home / OPINI / Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Solusi atau Masalah?

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Solusi atau Masalah?

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.COM– Kementerian Keuangan mengusulkan kenaikan iuran kepesertaan BPJS Kesehatan. Rinciannya, Kelas 1 Naik 100 persen dari Rp80 ribu menjadi Rp160 ribu per bulan. Lalu di Ikuti, Iuran kelas 2 naik dari Rp59 ribu menjadi Rp110 ribu. Kemudian iuran kelas 3 naik Rp16.500 dari Rp25.500 menjadi Rp42 ribu per bulan.

Penegasan tersebut di sampaikan langsung oleh Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, saat beliau ditanya soal kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan yang harus diketahui bahwasanya besaran kenaikan iuran tersebut bukan yang di sepakati Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), melainkan usulan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dan kenaikan iuran tersebut di gadang-gadangkan akan di berlakukan pada 2020 mendatang.

Kenaikan iuran tersebut di usulkan oleh Menteri Keuangan sebagai imbas dari pada defisitnya BPJS Kesehatan yang di perkirakan menembus Rp.32,8 triliun sampai akhir tahun. Dengan dalih-dalih nya mereka agar keuangan bpjs kesehatan lebih sehat dan juga uang dari kenaikan iuran tersebut dapat membantu menutup defisit BPJS Kesehatan serta dapat memperbaiki Sistem jaminan sosial.

Apakah solusi yang di tawarkan KEMENKEU sudah tepat untuk BPJS Kesehatan dan juga Masyarakat?

Bukankah kita melihat saja pada realita yang ada, dimana iuran yang sekarang dengan tarif Kelas 1 Rp 80 ribu, Kelas 2 Rp 59 ribu dan Kelas 3 Rp 25.500 masih banyak masyarakat pengguna BPJS Kesehatan yang menunggak bahkan BUMN, BUMD maupun pemerintah daerah ataupun kota.

Kenapa BPJS Kesehatan tidak tetap saja pada tarif iuran yang sekarang dan memaksimalkan pendisiplinan pembeyaran iuran kepada masyarakat pengguna BPJS Kesehatan (Mandiri),serta Badan Badan Usaha dan Pemerintah Daerah ataupun Kota.

Oleh: LA UNGA SAMSI (Mahasiswa FKM UPRI MAKASSAR) Selaku Kordinator Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia Wilayah 4 (Indonesia Timur)/Wakil Presiden BEM FKM UPRI Makassar

Check Also

KOMPROMI PRAGMATISME ATAU STRATEGIS

(Sebuah Perspektif Pembacaan Tulisan Eko Sulystio, Deputi Politik dan Desiminasi Informasi Kantor Presiden) Oleh: Fajar …

Loading...