Home / PERISTIWA / KPPM Desak Gubernur dan Polda Sulsel Usut Kasus Mark Up RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng

KPPM Desak Gubernur dan Polda Sulsel Usut Kasus Mark Up RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng

KORANMAKASSARNEWS.COM — Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa (KPPM), melakukan aksi Demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sulsel dan Mapolda Sulsel, selasa, 15 September 2020. Aksi yang dilakukan puluhan kader KPPM berlandaskan UUD 1945 pasal 28E tentang kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum.

Aksi tersebut terkait kasus dugaan mark up anggaran di RSUD Anwar Makkatutu saat merehabilitasi gedung RSUD, dugaan malapraktik, pungli, serta pemakaian aset negara secara semena-mena dalam hal ini gedung RSUD lama yang di sewakan kepada mahasiswa untuk dipergunakan tanpa mengkonfirmasi kepada pihak terkait.

“Begitu banyak kasus yang terjadi di RSUD Anwar Makkatutu Kab. Bantaeng, dari tahun 2017 sampai tahun 2018, mulai dari dugaan korupsi, pungli, piutang yang melanggar banyak aturan pemerintahan yang telah ditetapkan, malpraktik dan penggunaan aset negara secara semena-mena merupakan tindakan-tindakan yang mempermainkan hukum, karena hal ini tidak hanya dilakukan sekali, namun berkali-kali”, ungkap Imran Fajar dalam orasinya.

Menurutnya hal ini menuai kecurigaan ada pembiaran yang dilakukan oleh Bupati Kab. Bantaeng serta aparat kepolisian. Maka dari itu mahasiswa menuntut Gubernur Prov. Sulsel agar mengintruksikan kepada Bupati Kab. Bantaeng agar memberikan sangsi berat baik secara tertulis mapun tidak tertulis kepada Direktur RSUD Anwar Makkatutu.

baca juga : LKBH Makassar Ancam Laporkan Saksi Endang, Nawir, dan Randi Jika Buat Keterangan Palsu di Pengadilan

Aksi mahasiswa sedikit mengalami gesekan antara pihak kepolisian, satpol PP saat tarik menarik ban yang akan dibakar sehingga terjadi saling dorong. Usai berorasi pihak dari Gubernur menerima anspirasi serta menyatakan bahwa tuntutan mahasiswa akan disampaikan ke Gubernur serta akan menyurati Bupati Bantaeng.

Aksi KPPM kembali dilanjutkan di depan Polda Sulsel tujuannya untuk mendesak polda mengusut tuntas kasus-kasus yang telah disampaikan massa aksi mulai dari tahun 2017 sampai 2018. Hingga berita ini tayang pihak RSUD Anwar Makkatutu dan Dinkes kab. Bantaeng bellum memberikan konfirmasi atas aksi KPPM. (*)

Check Also

Sarana Tol Laut Pelabuhan Makassar Dibanjiri Barang Pakaian dan Sepatu Bekas Eks Luar Negeri

MAKASSAR, KORANMAKASSARNEWS.com — Pelabuhan Peti Kemas Soekarno Makassar tiba-tiba dibanjiri ratusan karung barang-barang bekas eks …